Rss Feed
  1. Game of Thrones #2

    Friday, June 26, 2015

    VALAR MORGHULIS! You know what that means? Yeah, ALL MEN MUST DIE! Moto itu jadi super terkenal menjelang kemunculan season 5 dari series super duper terkenal ini, gais. Yup, apa lagi kalau bukan Game of Thrones? Setelah "sedikit" memuaskan para penonton dengan kematian Joffrey di season 4, tayangnya season 5 tentunya jadi sesuatu yang paling ditunggu-tunggu. Kalian udah pada nonton? Episode terakhir dari season 5 ini tayang hari Senin tanggal 15 Juni 2015 kemaren, gais. Buat yang udah nonton, yuk kita review bareng-bareng season yang paling membuat patah hati ini.

    Oke, sebelumnya saya sudah pernah mereview tentang series kolosal yang mendunia ini (http://perfumemories.blogspot.com/2014/06/game-of-thrones.html), di review sebelumnya, saya sudah membahas alur cerita dari season 1 sampai 3 dan sedikit spoiler season 4. Ada juga review tentang para tokohnya. Oke, anggap saja postingan saya yang "itu" sebagai perkenalan. Sekarang, mari kita fokus ngebahas alur cerita di season 5.

    Banyak hal yang terjadi di season 5 ini. Sebelum masuk ke kejadian apa aja, mari kita cek dulu tokoh-tokoh penting yang masih hidup.
    Tokoh-tokoh yang tidak mendapat tanda merah adalah tokoh-tokoh yang masih hidup sampai akhir season 5. Well, you see that? YEAH! JON SNOW IS DEAD! Oke, meskipun saya sedang dalam keaadaan berkabung, tapi mari kita lewati dulu cerita tentang bagaimana si ganteng ini tewas, gais :'(

    KEJADIAN PENTING DI SEASON 5:
    1. Tommen Lannister akhirnya menjadi raja dan resmi memperistri Margaery Tyrel. Kehidupan mereka setelah menikah? Jangan ditanya. Margaery nggak akur sama Cersei. Well, yeah, the queen doesn't wanna lose her crown may be.
    2. Tidak lama setelah pernikahan Tommen dan Margaery, Cersei mulai melancarkan akal bulus untuk menyingkirkan menantunya itu. Akhirnya, Margaery dan Loras ditangkap sama High Sparrow karena sudah melakukan dosa. Loras, yeah, kalian tahu sendiri kan kalau doi itu (ahem) gay. Sementara Margaery berbohong untuk melindungi abangnya, jadilah dia kena dosa juga. Tapi proses hukuman mereka tidak diperlihatkan lebih lanjut, gais. jadi, gimana nasib mereka, saya juga kurang tahu. Huhuhuhu, so sorry for Loras, though.
    3.  Nah, saat lagi sok-sokan "mengunjungi" Margaery, taunya si Cersei juga ditangkap, gais. For what sin? Oh, you know what she did with her brother, don't you?
    4. Kita beralih ke luar Westeros. Arya mengunjungi Jaqen H'ghar (faceless god). Yup, doi adalah sosok pria yang bisa berubah-ubah wajah itu *bukaaan, doi bukan Raden Kian Santang* Arya memanfaatkan koin yang diberikan faceless man pasca kabur dari The Hound. Sampailah dia di house of black and white dan ketemu sama Jaqen ini. Dia berguru sama doi biar bisa menyamar di berbagai situasi.
    5. Well, Arya did something wrong though. She took revenge. Untuk kesalahan itu, akhirnya Jaqen membuat Arya buta.
    6. Kita beralih lagi. Di awal season Daenerys dihadapkan dengan kebimbangan antara membela kaum budak atau kaum majikan yang notabene masih termasuk rakyatnya. Dia galau, mau tetap mengadakan pertarungan antara kaum budak dan majikan atau tidak. Sampai keadaan jadi benar-benar kacau. Untungnya, di saat super kacau, Drogon muncul. Yeah, Drogon is back, baby! Untuk pertama kalinya, akhirnya Daenerys terbang naik naga! Congratulation, mother of dragon! You finally drive one of your kid?
    7. Nah, di akhir season 4, Tyrion dikirim keluar Westeros oleh Varys. Di awal season ini, Varys menyarankan Tyrion untuk menemui the right heir of the Iron Throne. Awalnya Tyrion males-malesan gitu, tapi akhirnya Tyrion berhasil ketemu sama Daenerys. Dia benar-benar takjub pas lihat si Drogon. Setelah perbincangan yang cukup lama, dan dengan keahlian Tyrion dalam berdiplomasi, akhirnya Daenerys percaya dengan kata-katanya. Jadilah si Tyrion ini semacam penasehat Daenerys.
    8. Selanjutnya, Stannis Baratheon. Setelah peperangan antara the night's watch sama wildling, si Stannis ini kan menetap di castle black gegara si ganteng Jon Snow menemui doi untuk semacam kerja sama. Yah, selama Stannis menetap di castle black, banyak juga yang terjadi. Di antaranya adalah si Stannis menghukum mati pimpinan wildling jika menolak untuk mengaku kalah sama Stannis. Akhirnya pimpinan wildling ini dihukum mati dengan membakarnya hidup-hidup. Tapi, karena kebaikan hati Jon Snow yang super kece itu, akhirnya dia membunuh si pemimpin wildling dengan memanahnya.
    9. Stannis mengorbankan Shireene (anaknya sendiri bro!) gegara hasutan Lady Melisandre. Kasihan si putri kecil itu dibakar hidup-hidup :'( Setelah kematian Shireene, istri Stannis bunuh diri. Terus, waktu Stannis menyerang Winterfell, pasukannya keburu diserbu sama pasukan Lord Bolton dan kalah. Stannis die! Akhirnya! Siapa suruh ngorbanin Shireene yang baik hati dan tidak sombong itu.
    10. Nah, ngomong-ngomong soal Winterfell, Sansa is back! Yup! Little finger took her back to Winterfell. Doi dipaksa menikah sama Ramsay Bolton. Di sana Sansa ketemu lagi sama Theon Greyjoy. Akhirnya, setelah momen gagu yang cukup menyebalkan, akhirnya Theon mengaku kalau Bran dan Rickon belum mati, mereka berhasil kabur. At least ini memberikan sedikit harapan pada Sansa. Akhirnya, Theon melakukan hal yang benar. Mungkin karena dia merasa bersalah sudah mengkhianati Robb Stark dulu, jadi dia mau menebus kesalahannya dengan menolong Sansa. Waktu Sansa mau dibunuh sama cewek yang cinta berat sama Ramsay, dia ditolongin sama Theon. Terus mereka berdua lompat dari benteng. Nggak ketahuan nasibnya gimana. Harusnya sih paling nggak patah tulang kaki sama tangan sih.
    11. Oke, last but not least! Jon Snow! Salah satu hal paling penting adalah Jon Snow WAS a Lord Commander! Bisa dilihat dari kemampuannya memimpin pasukan night's watch, banyak yang memilih Jon Snow sebagai Lord Commander yang baru, termasuk Maester Aemon. Well, tentunya nggak semua setuju kalau Jon Snow jadi Lord Commander karena usianya yang masih muda. Tapi apa mau dikata, it's like he was born to be a leader.
    12. Semasa kepemimpinannya, Jon Snow membuat satu keputusan yang, well, membuatnya dibenci hampir seluruh castle black, termasuk Olly. Olly ini adalah anak kecil yang selamat dari serangan wildling. Dia dilatih cara bertarung dengan sepenuh hati sama Jon Snow. Udah kayak adek sendiri deh pokoknya. Pas tahu Jon Snow mengambil keputusan besar ini, Olly merasa kecewa.
    13. Jon snow dan pasukannya bertempur melawan ribuan white walker yang mukanya ngeri itu macam zombie albino.
    14. Jon Snow is dead! Ini adalah scene terakhir dari season 5. Menyedihkan? Nggak usah ditanya betapa sedihnya saya saat melihat Jon Snow ditikam berkali-kali sama anak buahnya sendiri. 

    OKE, jadi ada 14 kejadian (yang menurut saya) penting yang terjadi di season 5. Sekarang, mari kita bahas beberapa peristiwanya.
    Kejadian yang menimpa Cersei ini sebenarnya bisa dibilang senjata makan tuan. Dia berniat menjauhkan Margaery dari putranya, tapi malah kebusukannya ketahuan. Pasalnya, sepupu Lancel Lannister sudah menjadi anak buah High Sparrow. Dari sepupu Lancel ini kebusukan Cersei ketahuan. Tapi bahkan sampai akhir season, Cersei nggak mengaku kalo sudah berhubungan sama Jaime. Doi malah mengakui dosanya yang lain, yaitu melakukan zina dengan Lancel. Untuk pengakuannya itu akhirnya High Sparrow menghukum Cersei untuk berjalan telanjang sampai istana, itu sebagai penebusan dosa gitu deh.
    Jaime nggak terlalu banyak peran di season ini. Dia cuma ditugaskan untuk menjemput Myrcella. Pasca tewasnya prince Oberyn, Cersei khawatir kaum Doran bakal menuntut balas dan ngapa-ngapain Myrcella. Well, sebenarnya Myrcella cukup aman di sana. Pasalnya, cuma istri Oberyn yang menyimpan dendam ke Lannister. Sepulangnya mereka dari penjemputan itu, Myrcella mengaku kalau dia tahu bahwa Jaime adalah ayahnya dan doi seneng karena Jaime adalah ayahnya. Tapi yah, sepertinya obrolan itu jadi saat terakhir mereka karena Myrcella tewas diracun.
    Sansa kembali ke Winterfell bersama little finger. Kalau dipikir-pikir, Sansa nggak bisa disalahkan karena sudah percaya sama little finger yang terkenal sebagai expert spy setelah Varys. Jangan harap bisa percaya sama kata-kata little finger, semuanya dusta. Tapi, kalau saya ada di posisi Sansa, mungkin saya akan melakukan hal yang sama. Little finger adalah orang yang sudah menolong Sansa keluar dari Westeros dan membelanya saat bibinya sendiri berniat membunuhnya. Jadi, kalau dlihat dari sudut pandang Sansa, memang cuma little finger yang bisa dipercaya. Itu sebabnya waktu doi disuruh menikah sama Ramsay Bolton, doi setuju-setuju aja. Yup, doi juga kena hasutan little finger. Dia bilang Sansa adalah the right heir of Winterfell. Jadi, nggak ada cara lain yang lebih ampuh untuk merebut kembali Winterfell, yang saat itu masih dikuasai Lord Bolton, selain menikah dengan Ramsay Bolton. Well, pernikahan itu tidak berjalan lancar. Sansa tersiksa, yes. Tapi untungnya ada Theon Greyjoy. I know, I know, he was a traitor. Tapi dia satu-satunya orang terdekat yang Sansa kenal baik dan Theon juga dalam kondisi merasa bersalah, jadi dia ngebantuin Sansa deh.

    Di season 5 ini, saya rasa Arya yang paling nggak jelas perannya dalam perebutan Iron Throne. Dia sibuk sama urusannya sendiri untuk membalas dendam. Setelah meninggalkan The Hound dalam keadaan luka parah, Arya akhirnya nebeng kapal yang menuju Bravoos. Nah dia memanfaatkan koin yang diberikan Jaqen H'ghar. Orang yang ditebengin itu ngebawa Arya ke house of black and white.
    Di rumah inilah Jaqen H'ghar si faceless man tinggal. Arya menemui Jaqen untuk berguru. Jadi selama tinggal di house of black and white ini Arya dilatih untuk menjadi "no one". Di tengah-tengah masa pelatihannya, Arya memanfaatkan kemampuannya berubah rupa untuk membalas dendam dan membunuh orang yang ada dalam daftar pembunuh keluarganya. Untuk kesalahan ini, Jaqen menghukum Arya dengan membuatnya buta.
    Sebagai karakter kedua yang paling saya favoritkan setelah Jon Snow, saya selalu look forward what will happen to him. Nah, di season ini akhirnya Tyrion bertemu dengan Daenerys Targaryen. Awalnya Tyrion nggak percaya masih ada pewaris the Iron Throne yang layak. Tapiiiiiiii, setelah dia melihat dengan mata kepala sendiri si Daenerys ini menenangkan Drogon, dia langsung yakin kalau Daenerys itu memang pewaris the Iron Throne yang sesungguhnya.

    Saya merasa aura kepemimpinan Daenerys sedikit berkurang di season ini. Mungkin karena dari awal season si Dany ini galau tentang keberpihakannya terhadap kaum budak dan kaum majikan. Well, dia butuh dua-duanya. Jadilah dia galau masalah gimana untuk menyatukan dua kubu itu. Sampai akhirnya keadaan jadi luar biasa kacau. Di tengah-tengah kekacauan itu, si Drogon kembali.
    Salah satu adegan yang membuat saya luar biasa merinding adalah saat Daenerys akhirnya menunggangi Drogon yang waktu itu diserang. Akhirnya! Setelah 5 season cuma elus-elus, akhirnya dia bisa juga menunggangi salah satu anaknya. Congratulation!
    Dari pertama kali karakter Lady Melisandre muncul kok rasanya saya sudah benci ya. Selain doi ini seorang penghasut sesat, doi juga selalu "ngebisikin" kalau Stannis adalah raja sejati berdasarkan ramalan api or whatever that is. Season kali ini, doi bener-bener bikin saya naik pitam *ceilah, kagak naik elang aje bro?* Lady Melisandre berhasil menghasut Stannis untuk melakukan semacam sacrifice gitu deh demi keberhasilannya merebut tahta. Nah, seseorang yang dijadikin sesembahan ini tidak lain dan tidak bukan adalah Shireene, anaknya Stannis sendiri. Plis dong ah! Shireene itu anak paling manis sedunia. Udah baik, nurut, pinter pulak, masak si Stannis sebegitu butanya sampai mau mengorbankan putrinya sendiri! Tapi ya, apa mau dikata, hasutan dewa api sudah memenuhi kepala Stannis, jadilah Shireene yang malang itu dibakar hidup-hidup :( Sudahlah mengorbankan anaknya, istrinya bunuh diri, perangnya kalah, dibunuh pula sama Brienne. That's what happen to a bad person, dude!
    Taaapiiiiiiiiiii, Lady Melisandre ini yang digadang-gadang bakal ngehidupin Jon Snow lagi. Yup, beberapa penggemar seri ini mulai berasumsi tentang kebangkitan Jon Snow karena kemunculan Lady Melisandre di castle black. Gosipnya, si Melisandre bakal butuh darah Rickon untuk menghidupkan Jon Snow lagi. Yah, yang mana pun plotnya, selama Jon Snow back to the game mah saya ikut aje dah.

    Oke, serumit apa pun usaha saya untuk menghindari topik ini, tapi akhirnya kita akan membahasnya juga, benar? Ibarat kata tupai...oke, kita nggak usah ngebahas tupai. JOOON SNOOOOOOWWWW. Seperti yang sudah saya katakan berulang-ulang sejak tadi, Jon Snow tewas di season ini, gais :'( Sedih tak terperi rasanya.
    Jadi, mari kita mulai dengan pengangkatan Jon Snow sebagai Lord Commander of the night's watch yang baru, gais! Yeay! Pada dasarnya, Jon Snow adalah seorang pemimpin yang baik, tapi memang ada satu keputusan yang dia ambil yang nggak disetujui sama anak buahnya. Dari season pertama seri ini, tagline house of stark, yaitu "winter is coming" memang sudah sering digembar-gemborkan. This time, winter really is coming, gais. Dan Jon Snow tahu apa yang akan datang bersamanya: WHITE WALKER! White walker ini semacam zombie gais. Tapi lebih ngeri lagi. Makhluk ini nggak bisa mati kecuali dibunuh pake dragonglass. Nah, untuk menghadapi musim dingin yang akan segera datang dan untuk menghadapi serangan white walker ini, Jon Snow memutuskan untuk bekerja sama dengan wildling. Karena, saat serangan white walker itu terjadi, mereka akan membutuhkan semua orang yang ada untuk membantu. Tpiiii, sejarah hubungan wildling sama night's watch ini kan memang nggak baik. OKI, Jon Snow ini dianggap pengkhianat karena mau bekerja sama dengan wildling. Meskipun memdapat tentangan, Jon Snow dan beberapa anak buah yang memihaknya tetap pergi ke tempat persembunyian wildling yang masih hidup di north of the wall. Saat usaha kerja sama itu, terjadilah serangan white walker, gais. Nah, suasananya jadi luar biasa kacau dan dragonglass yang dibawa Jon Snow tertimbun puing-puing. Di saat yang teramat sangat kritis *saya udah khawatir Jon Snow bakal mati di sini* ternyata pedang milik Jon Snow mampu menghancurkan white walker karena terbuat dari valirian steel. Akhirnya salah satu pemimpin white walker ini berhasil dihancurkan.
    Nah, makhluk itu tuh yang berhasil dibasmi sama Jon Snow. Tapi gais, matinya salah satu pimpinan white walker tidak membuat para zombi ini lemah, juustruuu mereka jadi semakin kuat. Karena pimpinannya yang lain, entah pake kekuatan apa *mungkin kekuatan bulan* menghidupkan kembali para korban dan mengubah mereka jadi white walker juga. Ngeri kan? Jadi sekarang white walker-nya tambah banyak.
    Pasca kejadian ini, Jon Snow merasa gagal gais. Di saat beliau ini terpuruk, tetiba si Olly masuk dan bilang kalau ada salah satu wildling yang ketemu sama pamannya Jon Snow yang sudah lama hilang. Dalam kondisi gundul gulana dan bingung, apa lagi yang bilang ini si Olly, jadilah si Jon Snow nurut. Ternyaaaataaaa, sampe lokasi, dia hanya menemukan sebuah palang kayu bertuliskan "TRAITOR". Di sinilah Jon Snow dibunuh oleh anak buahnya sendiri gais. Dia ditusuk berkali-kali. Yang nusuk Jon Snow terakhir kali adalah Olly sendiri :'(
    SSSEEEEEEEEDIIIIIIIIIIIH. It's the hardest season finale ever! Well, jadi makin penasaran sama kelanjutannya tapi sekaligus ngerasa sedikit males kalo nggak ada Jon Snow-nya. Tapi, dengan berbagai macam rumor yang berkembang di dunia maya tentang dugaan-dugaan plot yang akan diusung sang sutradara di season berikutnya, saya cukup yakin Jon Snow nggak bener-bener mati. Well, Branden pun nggak muncul sama sekali di season ini. Saya setengah berharap Branden akan muncul di season 6 dan menolong abangnya ini, entah bagaimana pun caranya. 

    Okedeh, itu dia sedikit curhat saya tentang season 5 yang sudah berhasil membuat perasaan saya campur aduk, as always. Akhir kata, saya ingin menarik kembali kata-kata saya di postingan sebelumnya tentang lima karakter utama yang saya yakin bakal ada terus di setiap seasonnya. Well, sang sutradara jelas memegang kendali sepenuhnya nasib para karakter di seri ini. So, I know nothing about what story to come. I will be patiently wait the next season next year :)



    DADAH DULU OM GANTENG JON SNOW :(


  2. MAX SCHNEIDER

    Friday, May 29, 2015

    Maaaalaaaaaaaaaam!!!
    Malam Sabtu nih gais! Udah pada baca surat Al-Kahfi belooom? Yang belom, monggo ngaji dulu. Yang sudah, mari merapat. Malam ini saya mau ngereview tentang seorang youtubers yang saya kagumi akhir-akhir ini.

    WORLD, MEET MAX SCHNEIDER!

    Ahahahaha, iya, bocah itu tuh yang suaranya saya dengerin tiap hari. Ya bocah itu yang suaranya bikin saya melting tiap dengerin lagu-lagunya. Ya bocah itu yang bikin saya mesem-mesem sendiri tiap dengerin lagu-lagu romantis yang dinyanyiin. Tapiiiiiiiii, bocah itu udah bukan bocah lagi gais, hahahaha. Seperti anak-anak pada umumnya, dia juga pasti akan tumbuh berkembang bukan?
    Eeeeaaaaaaaa, gimana? Udah kelihatan belum gantengnya? hahaha. Max Schneider terlahir dengan nama Maxwell George Schneider pada tanggal 21 Juni 1992. Meskipun sering berkolaborasi dengan Kurt Hugo Schneider, ternyata mereka nggak ada hubungan keluarga sama sekali, gais. Kebetulan aja nama keluarganya sama. But, well, their collaboration is no need to be questioned. They're great artists!

    Hmmm, rasanya kurang etis yah kalo saya mengagumi seorang youtubers yang kerjaannya nge-cover lagu-lagu orang cuma karena gantengnya. Oke, jadi apa dong yang bikin saya ngefans banget sama si MAX ini? Yailah, gitu aja ditanya. Ya jelaslah bibirnya yang seksi itu *oke, salah fokus* Tolong salahkan cameraman-nya yang keseringan nge-shoot bibirnya yang seksi....*oke, masih salah fokus* Jadi, apa tadi pertanyaannya? Oh, apa yang saya suka dari MAX? Ya jelaslah suaranya. Memangnya apa lagi yang bisa dikagumi dari penyanyi selain suaranya? Itu sih kebetulan aja bibir dia seksi *yailah masih aja*

    Oke, mari kita hentikan pembicaraan tentang bibir seksi ini. Niat saya kan ngereview, iya kan? hahaha. Mari kita mulai review-nya dengan lagu pertama yang membuat saya tergila-gila sama MAX ini.
    Nah, itu adalah lagu pertama yang membuat saya langsung bengong dengerin suara si MAX. Dia bisa nyanyiin lagu itu dengan, apa yah istilahnya, penjiwaan? Nggak juga sih. Orang dia nyanyinya sambil mesem-mesem gitu. Tapi justru itu yang membuat dia tampak lebih alami dan sweet. Suaranya, duh, nggak usah ditanya lagi deh. Dia bisa suara lembut-lembut syahdu yang bikin meleleh gitu, bisa suara tinggi yang "cowok banget". Duh, pas deh pokoknya. Dari situ, langsung deh saya mulai searching lagu-lagu yang dia cover.

    Lagu kedua yang saya temukan adalah....jeng jeng jeng
    Di lagu inilah saya baru menyadari betapa seksinya bibir Max Scnheider, hahahaha. Hush! Jangan ngomongin itu lagi ah, takutnya ada anak-anak. Oke, mari kita buat kode untuk membicarakan itu. Kalo saya bilang lolipop itu artinya bibir seksi yah, hahaha. Saya belum pernah denger lagu Try yang versi aslinya. Tapi begitu denger versi MAX ini, saya langsung luluh. Terutama pas denger bait terakhir lagunya, "Don't you like you? Cause I like you." Mana si MAX ini nyanyinya pake suara lembut-lembut syahdu, bikin makin melting deh.

    Teruuus, saya melanjutkan pencarian. Nemu deh original songnya yang berjudul Darling. Ini dia!
    Di video klip lagu ini, kalian akan melihat sesosok wanita yang sibuk menari balet sementara MAX mengejarnya. Tahukah kalian? Sang balerina adalah pacar MAX di dunia nyata, gais! Namanya Laura Quinn. Beliau ini adalah instruktur tari balet di dunianya, eh, di kotanya sana. Mau tahu cerita tentang mereka? Biar saya ceritakan sedikit ya. Jadi MAX dan Laura ini ketemu di sebuah gay club, gais. Iya, gay club, kalian nggak salah baca. Bukaaan, MAX bukannya gay kok. Waktu itu, dia belum seterkenal sekarang. Nah dia masih sering tampil dari satu club ke club lain. Suatu hari, dia lagi nampil di club ini. Terus dia ketemu Laura dan teman-temannya. Nah, kayak magnet kutub utara ketemu kutub selatan, mereka langsung cocok gitu aja. Tapi, saat itu si MAX masih ada pacarnya gais *Ini kok jadi ngegosip sih? Nggak apa-apa deh, nanggung* Jadi singkat kata singkat cerita, MAX dan Laura ini sempat mengalami FRIENDZONE sebelum akhirnya MAX memutuskan untuk "Ah sebodo teuing lah. Orang gue suka, masa harus memendam rasa ini cuma gegara udah nyaman sebagai sahabat." Akhirnya, dengan penuh perjuangan, si Laura luluh juga gais. Dan mereka pacaran deh sampai sekarang! Yeay! Si MAX ini super so sweet deh kalo udah berurusan sama Laura. Nggak percaya? Nih!
    Cowok mana yang ngajak kencan ke toko buku!!! Haha! Ya, berhubung saya suka buku sih, jadi saya ngerasa itu so sweet gais. Hmm, itu cuma salah satu contoh sih. Takutnya, kalau saya posting foto mereka berdua terlalu banyak, kalian pada patah hati lagi, hahahaha.

    Oke, lanjut ah. Lagu berikutnya ya gais. Saya nemu lagu Demons versi cover MAX sama Sam Tsui. Beuh, itu lagunya jadi bikin merinding gais. Lagu yang awalnya rada nge-beat, jadi super so sweet, hahaha. Thanks to Kurt Hugo Schneider for that! Ya selain itu, menurut saya penampilan MAX paling ganteng ya di video klip ini. Hmm, sorry Sam, didn't mean to insult you :D
    Nah, sekarang-sekarang ini, si MAX lagi getol banget promo original song terbarunya nih, judulnya Gibberish.
    Doi masuk 50 besar youtubers yang masuk nominasi YTMA 2015 gais. Dan dia termasuk salah satu youtubers dengan subscribers terbanyak dan dibuatkan original video klip untuk lagu Gibberish ini, bersama 8 (kalo nggak salah) youtubers lain, termasuk Ed Sheeran dan Lindsey Stirling. Emang keren sih lagunya. Saya suka banget sama beat nya, liriknya (meskipun nggak jelas, kan "Gibberish" haha).
    Meskipun lagi sibuk promo lagu Gibberish, bukan berarti dia berhenti nge-cover lagu-lagu yang lagi up to date yah. Coveran terbarunya adalah lagu Earned It. Awalnya saya nggak terlalu ngeh dia nyanyi apa, hahaha. Tapi setelah didengarkan lagi, gais... WOW! ternyata itu lagu super so sweet lagi, hahahaha. Dari cara MAX nyanyiin lagu itu yang terdengar sangat tulus sekaligus insecure. Duh, bener deh, nggak bisa berhenti dengerin lagu ini. Kece badai cetar membahana pokoknya, hahaha. Kalian HARUS dengerin juga yah. *maksa banget*

    Hmmm, udah sih itu aja kayaknya. Sebenernya masih banyak yang pengen saya omongin tentang MAX. Tapi kalau kepanjangan nanti malah makin nggak jelas omongannya, hahaha. Lama-lama bisa ngebahas lolipop lagi, kan bahaya. Okedeh gais. Buat kalian yang suka nontonin youtube, bisa kali mampir ke homepage Max Schneider buat up date lagu-lagu terbarunya yang keceh keceh, hahaha.

    Bye!

    MAKASIH DEK, UDAH NGOMONGIN ABANG :D




  3. sooooreeeeeeeee!!!
    Di sore hari yang adem-adem syahdu ini (bukan, ini bukan gegara nggak ada yang ngajak kencan kok, emang syahdu) saya mau promosiiiiiii. Hahaha, mungkin kalo ada yang udah kepoin blog saya yang sederhana ini (pede betulll) udah rada bosen yah baca tentang Vazard. Yup! Buku itu akhirnya release, gais!!

    Oke, sudah cukup pembukaannya. Sekarang, mari kita tampilnya, eh, tampilkan universe yang menjadi setting peristiwa bersejarah dalam dalam buku tersebut berlangsung yah. Jeng! Jeng! Jeng!
    Kalian lihat gambar peta yang kece badai cetar membahana itu? Nggak, saya nggak ngegambar sendiri. Itu hasil karya teman kuliah saya yang keahlian menggambarnya udah tingkat mbahnya dewa kali, hahahaha. Dia bisa banget menginterpretasikan bayangan saya ke dalam gambar nyata (nanti akan saya posting hasil gambar creature yang ada di Vazard). Untuk itu, saya mau berterima kasih yang sebesar besar besar besar besarnya kepada Hernadi Adha yang sudah meluangkan waktunya untuk merealisasikan khayalan konyol saya ke dalam bentuk gambar luar biasa ini! Yeay!

    Nah, selanjutnya, saya mau pamer covernya nih gais! taaaaraaaaaaaaaaa!

    Nah, udah lihat kan?? Hahahaha, keren nggak? Itu adalah cover pertama yang saya buat untuk seri Vazard ini, gais. Cover selanjutnya ya ngikutin edisi pertama ini. Saya pilih tema warna hitam karena warna itu terkesan misterius, hahaha. Terus, gambar kalung yang ada di cover itu merepresentasikan kalung Batu Burdeoux milik Julia, si tokoh utama. Berhubung batu itu warna biruuuu, jadi ya pendarnya biru juga dong biar sesuai. Begituh deh filosofinyah.


    Itu sedikit cuplikan dari cetakannya yang sudah jadi. Keren yah, kayak buku betulan, hahaha. Saya deg-degan betul pas lihatnya. Duh, berasa penulis betulan lihat hasil karya saya dalam bentuk buku novel kayak yang di toko buku. 

    Kalo menurut teman-teman saya yang udah baca dang ngereview buku ini sih, katanya ceritanya keren. Mereka udah pada baca sampai buku tiga sih, hahaha. Tapi bukan berarti buku satunya boring doong. So, tunggu apa lagi, gais? 


  4. Selamat maaaalaaaaaam.
    Di malam yang sudah larut ini, saya ditagih sama mamak (aha) untuk ngereview film yang baru semalam kami tonton. Yup! Film yang sudah dinanti-nantikan di tahun ini yah, Avengers: Age of Ultron. Saya udah kepoin trailernya dari tahun lalu, dan akhirnyaaaaaaaa.....bisa nonton premiere! hahahaha. Setelah menunggu lama, akhirnya penantian saya terbayarkan dengan penampilan om-om ganteng yang bikin saya nggak mau berkedip sedetik pun *lebay!* 

    Itu adalah jajaran superhero yang meramaikan film Avengers ini. Yang jadi fokus utama saya sih tetep yah si om Thor yang rela meninggalkan Asgard buat ngerusak eh, oke, ngebantuin para superhero ini di bumi yang begitu rapuh. 

    Tokoh utama Avengers ini masih tetep sama. Biar saya perkenalkan om-om ganteng yang membuat saya rela menunggu begitu lama beikut ini.

    THOR

    CAPTAIN AMERICA / STEVE ROGERS

    IRONMAN / TONY STARK

    HULK / DR. BANNER

    HAWKEYE / BARTON

    BLACK WIDOW / NATASHA ROMANOV (oke ini bukan om)

    Nah, kita kedatangan superhero baru nih! Meet the Maximoff twins!

    PIETRO MAXIMOFF (QUICKSILVER)

    WANDA MAXIMOFF (SCARLET WITCH)

    Dan ada satu lagi yang saya masih nggak terlalu paham asal usulnya. 

    VISION

    Di setiap film superhero pasti ada yang jahatnya dong ya. Sudah bisa dilihat dari sub judulnya, si Ultron ini jadi penjahatnya gais.

    ULTRON
    Siapa yang meranin Ultron? Nggak tau. Bodo amat. Dia kan jahat. Pun cuma suaranya yang kedengeran, hahahaha.

    Sekarang, saya akan menceritakan garis besar filmnya yah. Ahem, tolong baca baik-baik, karena saya tidak ingin menulis ulang, hahahaha.

    Prolog film ini adalah ketika para Avengers ini sedang menyerang salah satu camp Hydra gitu *lupa di mana tepatnya*. Nah di camp inilah tersimpan sebuah tongkat ajaib. Bukan, bukan tongkatnya kera sakti. Tapi, tongkatnya Loki. Iya, meskipun si Loki nggak muncul di sini, ternyata masih aja menimbulkan masalah yah. Jadi, pasca pertempuran dengan para alien mesin di Avengers 1, bangkai-bangkai alien mesin ini disimpan, termasuk tongkat si Loki ini. *Biar saya simpan dulu protesnya. Mari kita lanjutkan* Nah, para Avengers ini menyerang camp ini untuk mengambil tongkat si Loki. Di camp tersebut, hiduplah dua manusia kembar bernama Pietro dan Wanda Maximoff. Dipenjelasannya sih mereka berdua ini kayak bahan eksperimen gitu. Tapi berdasarkan informasi, si kembar Maximoff ini adalah Quicksilver dan Scarlet Witch yang tergabung dalam X-men. Yup, tapi Avengers ini film yang terpisah ya sama universe X-men. Oke, lanjut. Jadi, di sini para Avengers berpencar untuk mendapatkan tongkat Loki. Nah, ndilalah, yang nemu itu si Ironman. Kemampuan Wanda Maximoff adalah telekinetik (saya kurang tau ini kemampuan spesifiknya gimana, intinya sih ada hubungannya sama kekuatan pikiran), nah si Wanda ini mengacaukan pikirannya si Ironman. Cara kerja kekacauan pikiran ini adalah, si korban akan melihat ketakutan terbesar mereka, terus melemah deh. Si Ironman ini melihat ketakutan terbesarnya, yaitu melihat teman-temannya mati semua (Jadi perisai Captain yang pecah itu hanya halusinasi gais. Padahal saya nungguin adegan itu.) tapi dia sendiri hidup. Jadi, dia akan melakukan apa pun untuk berusaha menyelamatkan dunia. Tau sendiri kan keahliannya si Tony Stark ini apa? Yup! Dia anak mesin, man! Hahaha, jadi pikiran dia adalah menciptakan a machine warior that can protect human ras: Ultron!
    Singkat kata, tongkat Loki berhasil didapatkan dan si kembar lolos. Lebih tepatnya, si Wanda membiarkan Tony Stark mengambil tongkat itu. Karena dia bisa melihat isi pikiran Tony Stark, termasuk rencana si Tony dengan tongkat itu. Wanda berpikir dengan rencana Tony ini, Avengers bakal hancur dengan sendirinya. Nah, intermezo dulu nih. Jadi si kembar Maximoff ini dendam banget sama Tony Stark. (Soalnya nggak tahu kapan kejadiannya) rumah mereka kena bom. Terus, bapak ibu mereka die, gais. Si kembar ini berlindung di bawah puing-puing, sampai ada semacam granat gitu yang meluncur di deket mereka. Terus, mereka panik, menunggu dalam kekhawatiran bom itu akan meledak. Tapi setelah menunggu dua hari, bom itu nggak meledak, man. Dan di bom itu ada tulisan STARK nya.
    Lanjuuut! Akhirnya, setelah menghasut Dr.Banner, akhirnya Tony membuat Ultron. Tapi ada satu hal *mungkin kodingan, nggak ngerti juga* yang belum sempurna. Jadi programnya gagal. Terus, pas mereka lagi party, taunya si Ultron ini berhasil, gais. Terciptalah Ultron. Bla bla bla. Intinya si Ultron ingin "melindungi bumi" dengan cara membumihanguskan seluruh umat manusia yang ada sekarang biar diganti sama yang baru. Nah, mulailah para Avengers ini beraksi. Dalam aksi pertamanya, mereka gagal, gais. Soalnya si Wanda mengacaukan pikiran mereka. Nah, dalam masa kekacauan pikiran inilah si Thor melihat visi gitu. *saya juga mau protes untuk bagian ini*
    Lalu, karena kegagalan dari misi pertama mereka, yang menyebabkan kerusakan luar biasa, akhirnya mereka "sembunyi" dulu di rumah si Hawkeye. Selama masa sembunyi ini, Thor menemui Dr.Erik Selvig untuk mengusut ilusi pikiran yang dia lihat.
    Lalu, fokus beralih pada Ultron yang berusaha mendapatkan body manusia. Dia meminta bantuan Dr.Helen, seorang ahli *bio-kdhhjaggfjhfa* dari Seoul. Terus, si Ultron mengambil sebuah batu abadi dari dalam permata yang ada di tongkat Loki, terus ditempelin di jidat calon body nya itu. Eh, selama masa transfer "alam bawah sadar" si Ultron ke body biologisnya ini, mereka diinterupsi. Saat proses ini, si Wanda bisa melihat rencana Ultron untuk menghancurkan seluruh umat manusia. Akhirnya si kembar berbalik arah, jadi melawan si Ultron. Terus para Avengers pindah lapak, jadi ngerusak eh, membela kebenaran di Seoul. Dalam misi ini, Natasha tertangkap, tapi body biologis Ultron berhasil dicuri dan diserahkan ke Tony Stark.
    Di sini terjadi perdebatan, gais. Mereka berdebat apakah sebaiknya penciptaan body Ultron ini diteruskan (dengan memasukkan Jarvis ke dalamnya) atau dihentikan. Saat ribut-ribut inilah tetiba Thor muncul dan menyelesaikan proses pembentukan body biologis Ultron. Terus, terciptalah ultraman eh, Vision. 

    Setelah itu....
    Merekabisangalahinultrondenganbantuansikembarmaximoffdanvisionmeskipunpietroakhirnya matitapiakhirnyamerekaselamatsentausadanakhirnnyamerekamencarmencarlagi terusdigantiinsamarhodeyfalconsamascarletwitch. Hhhhh *napas dulu*.

    Gitu deh, ceritanya. Hahahaha. Sudah jelas?

    Sekarang saatnya mengungkapkan kritikan saya terhadap film ini. Protes saya sebenernya cuma 3 sih, nggak banyak-banyak amat. Pertama, kenapa pasca Avengers 1, tongkat Loki nggak langsung diamankan aja? Kan jadi nggak ada masalah. Lalu, saya mikir. Kalo nggak gitu, nggak akan ada film Avengers 2. Nanti saya nggak bisa lihat om-om ganteng ini beraksi kalo Avengers 2 nggak ada. Jadi, saya batalkan protes saya yang pertama ini.

    Kedua, kenapa Thor malah nemuin Dr.Erik Selvig untuk memecahkan ilusi pikirannya. Maksudnya, selama pikirannya dikacaukan oleh Wanda, si Thor ini ngelihat dirinya lagi dikelilingin kaumnya di Asgard sana. Terus tetiba si Heimdal muncul dan bilang kalo Thor yang sudah membawa mereka ke neraka. Thor hanya bisa menimbulkan kekacauan. Terus dia dapet visi tentang batu-batu abadi (termasuk yang ada di tongkat Loki). Nah, itu kan urusannya sama Asgard. Kenapa dia nemuinnya Dr.Erik Selvig? Kenapa dia nggak balik ke Asgard dan nemuin siapa kek gitu orang pinter di Asgard. Dan anehnya, si Dr.Selvig ini bisa tau tempat kolam (lupa istilahnya) untuk membangkitkan kembali ilusi Thor biar dia bisa melihat apa yang dia lewatkan. Kan aneh bin ajaib. Okelah kalo ilmuwan bisa nemu tempat-tempat begitu, tapi masa Thor yang notabene disebut "dewa" percaya sama kolam begituan. Dia nggak ada cara yang lebih kedewaan lagi? Kesannya jadi "maksa" Dr.Selvig biar muncul (lagi) di Avengers. Atau memang di komiknya begitu? Nggak tau deh. Saya mah nggak ngikutin komiknya. Tapi, sebagai penikmat film, saya merasa scene ini sangat ganjil.

    Ketiga, saya merasa terganggu dengan kehadiran Vision. Hahahaha, ya ya ya, dia salah satu superheronya di sini. Tapi saya nggak suka lihatnya. Mungkin karena bentuknya yang kayak ultraman kurang kostum atau gimana. Atau mungkin karena mindset saya tentang Avengers adalah 6 orang yang menjadi peran utama di film sebelumnya, jadi saya merasa aneh waktu muncul seekor, eh, seorang, eh, sesosok makhluk yang wujudnya agak nggak jelas ini. Terus dia itu sebenernya apa sih? Ultron bukan. Jarvis bukan. Katanya "I am not son of Ultron. I am not Jarvis. I am...I am." apa pula ini. Ya, situ siapa? Terus kenapa tetiba baik padahal sudah terisi beberapa persen alam sadar si Ultron. Pantes aja kalo si Captain America mempertanyakan keberpihakan si Vision ini. Tapi, si Thor merasa sangat yakin kalo Vision itu baik karena ada batu abadi di jidatnya. Kalo nggak salah inget sih, jadi batu abadi ini adalah semacam batu berpikir. Jadi batunya ini bisa tahu apa yang baik dan yang buruk. Dan menurut si Vision, "Aku tidak ingin membunuh Ultron. Tapi rencananya untuk menghancurkan umat manusia adalah kejahatan. Jadi Ultron harus dihancurkan." (Kalo nggak salah sih gitu omongannya. Kalo salah maapin yak. Namanya juga manusia, tempatnya lupa, hahahaha). Tapi yah, orang kata sutradaranya harus ada Vision, mau gimana lagi. Yang penting mah dia baek. Udah, itu aja udah cukup (ini ngebelain Vision apa nyari jodoh?)

    Udah sih, itu doang protesnya. Selama 142 menit nonton sih saya menikmati filmnya (mengabaikan beberapa adegan yang dirasa janggal). Full action banget deh pokoknya. Dan nggak nanggung-nanggung, kali ini Avengers ngerusak 3 negara, man! Bayangin coba berapa besar biaya asuransi yang harus dibayar Marvel. Apalagi di bagian yang kota (lupa namanya) sampe dibedol dari tanah, hahahaha. 

    Selain beberapa protes kecil itu sih, tentunya ada kelebihan-kelebihan di film ini yah.
    1) Si Thor makin ganteng (cek)
    2) Captain America juga nggak kalah ganteng (cek)
    3) Diselip-selipin humor yang nggak garing (cek)
    4) Ada unsur kejutan *ternyata Hawkeye sudah berkeluarga* (cek)
    5) Full action (cek)
    6) Adegan para Avengers berdiri saling memunggungi dan melawan musuh dengan efek slow motion (cek)
    7) Tambahan member baruuuuu (cek)

    Nah, cukup sekian dulu deh cuap-cuap saya. Sudah malam. Kalau besok-besok ada lagi yang keinget pengen dibahas, yah, gampang diedit lah, hahahaha. So, this movie was worth the wait. Nggak mengecewakan kok. Buat para penggemar super hero, this movie is a must!

    SELAMAT MENONTON!

    SALAM SUPER! (HERO)




  5. Everyone Needs A Hobby

    Thursday, April 9, 2015

    Sooooo, di pagi hari Jumat yang penuh berkah ini, saya ingin curhat, hahahahaha.

    But, first, I need to be polite, right? So, I wanna ask you, do you have a hobby? Semua orang pasti punya hobi. Masing-masing orang pasti punya hobi yang beda-beda. 
    Some people really like swimming they come to swimming pool constantly. Yup! beberapa manusia air sangat senang berenang, hahaha. 
    Some people choose music as their hobby. What instrument you can play? Is it guitar? I love the sound of guitar instrument. Especially when someone sings me a romantic song, hahahaha. I can just....sleep. hahaha! No, it's sleepy in a good way. I mean, I will have a very very very beautiful dream when I hear someone plays me a romantic song with his/her guitar. *hmm, yeah, especially "his"*
    Or piano? Piano is waaaay better! hahaha, the sound of it makes me smile all the time. Someone who choose "playing piano" as their hobby is a great person, indeed. Hahaha, I personally think so.
    Well, kicking thing is a hobby too, you know. Some boys really like kicking, ehm, oke, soccer. 

    Some people are so good, they choose swimming, playing guitar, playing piano, kicking, ehm, soccer, as their hobby. 

    My point is, what ever your hobby is, do it well. Hobi adalah aset. Menurut saya, semua orang berhak memiliki hobi agar tetap waras. Yup, sebut saja pelarian. Saya rasa, orang-orang yang tidak memiliki hobi bisa jadi gila perlahan *it's like they got a flare in their brain! They will loose ther sanity slowly, muahahahaha* (efek The Maze Runner)
    See? Bahkan Walt Disney menyarankan itu. Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan sangat baik sehingga orang yang melihatnya ingin melihatmu melakukannya lagi. Termasuk hobi. Untuk yang hobinya main gitar, belajar main gitar sampe jarinya putus, ehm, maksudnya sampe permainannya jadi setingkat dewa *bujana*. Atau yang suka main drum? Eh, mungkin lebih mudah kalau kalian nonton Whiplash aja bisar lebih paham.

    Sekarang, giliran saya yang curhat, muahahahaha. Ini kan blog saya. Jadi hak saya untuk curhat di sini. Iya to? hahahahaha

    Oke, ngomong-ngomong tentang hobi. Saya punya satu hobi yang sampai sekarang masih saya tekuni, yaitu menulis. Saya suka menulis sejak, ehm, SMP. Apa yang memotivasi saya? Simpel aja sih jawabannya: majalah remaja! hahaha. Iya, dulu saya paling nggak suka baca. Boro-boro baca, dengerin musik aja males. Saat SMP adalah saat-saat mencari kitab suci jati diri bagi saya. Saya yang saat itu masih labil dan mudah terombang-ambing oleh arus kehidupan yang fana ini, akhirnya kebawa kebiasaan teman baca majalah remaja. Apa yang dibaca? Yaelah, biasalah anak SMP. Apa sih yang dibaca dari majalah remaja? Palingan yah zodiak sama "Bagaimana membuat doi jatuh cinta sama kamu" hahaha, such a silly thing. Sampai akhirnya, mata saya terpaku pada sebuah cerpen yang terpampang pada majalah tersebut.

    Jeng jeng jeng! Saat itulah saya merasa sangat tidak senang dengan cerita-cerita pendek aneh yang ada di majalah-majalah tersebut. Saya mulai tidak bisa menahan kritikan. Dan karena pada dasarnya saya suka tantangan, jadilah saya merasa sangat tertantang oleh diri saya sendiri.
    Berdasarkan petunjuk tersebut. Oke, saya bohong, waktu itu saya belum nemu quote di atas. Intinya adalah seperti itu. Saya ingin membaca cerita yang "ingin saya baca". Jadi, saya mulai memantapkan diri untuk menulis. Cerpen demi cerpen saya buat. Mulai dari yang alaynya minta ampun sampai yang aneh bin ajaib. Tokoh utama mati, tapi masih bisa ngomong, padahal pake PoV orang pertama. Tapi, karena teman-teman saya baik-baik *atau cuma kasihan* akhirnya mereka bilang cerpen-cerpen saya bagus. Bermodalkan dukungan palsu inilah akhirnya saya mulai mengirimkan cerpen-cerpen saya ke majalah-majalah remaja. Berharap suatu saat nanti ada salah satu cerpen aneh saya yang dimuat. Dan ternyata, TIDAK ADA.

    Saya sedih, kecewa, gundul gulana. Saya sempat vakum dan enggan *ceilah, enggan* untuk menulis lagi. Saya ngambek sama majalah remaja itu karena tidak memuat cerpen saya. Tapi, yah apalah daya dan upayaku yang gagal ini. Lalu, saya mulai mendatangi pameran-pameran buku. Buku pertama yang saya baca adalah "Oke, Kita Bersaing" terbitan Mizan.  Lagi, saya merasa tertantang.

    Saya mulai menulis novel pertama saya sejak kelas 3 SMP sampai SMA. Saya masih ingat betul judulnya yang alay tak terkira "Katrol Kena Cinta Virus" Oke, oke, saya tau. Itu memang alay parah, kan saya sudah bilang. 

    Saya membuat novel pertama saya itu dengan mengambil tokoh teman-teman SMP saya sendiri. Namanya Dhanny dan Renanda, hahaha. Saya satu kelas dengan mereka waktu kelas 2 SMP. Saat itu, saya merasa sifat mereka yang sangat bertolak belakang bisa jadi sebuah cerita yang sangat luar binasa! Ya, dan memang benar, ceritanya *literally* binasa, hahahaha. Bermodal nekat dan dukungan teman-teman saya *yang mungkin masih kasihan*, akhirnya saya mengirimkan naskah alay itu ke penerbit. Waktu itu sih saya PD PD saja, hahahaha, karena ceritanya "remaja" banget. Tipikal ababil SMA deh pokoknya. Eh, ternyata naskah itu ditolak gais. BERKALI-KALI. hahahaha.

    Lalu, saya beranjak dewasa. Ketertarikan saya pada buku bertambah. Terutama setelah membaca buku ERAGON tetralogi dan buku, ehm, TWILIGHT. Saya mulai terpikir untuk membuat cerita fiksi fantasi. Tapi, saya berhenti di tengah jalan karena kehabisan ide dan merasa janggal dengan alur ceritanya. Akhirnya, saya kembali ke genre romance. Masih mengangkat tokoh anak SMA *tapi udah rada kurang alaynya*, akhirnya terciptalah dua buah novel PERFUMEMORIES dan AMLOVESIA. Untuk dua novel ini, saya nggak inget pernah kirim ke penerbit atau nggak. Saya cuma inget pernah mengikutsertakan keduanya dalam lomba. DAN GAGAL. 

    YES, I FAILED. AGAIN. Tapi saya nggak menyerah. Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan dunia menulis. Prioritas saya bukan lagi "tembus majalah" atau "diterbitkan oleh penerbit mayor terkenal". Prioritas saya adalah "cerita saya harus selesai dan dibaca orang." Bisa menyelesaikan satu naskah novel itu rasanya luar biasa sekali, gais. Mungkin kalau boleh dibandingin, rasanya kayak para traveler yang suka naik gunung. Setiap kali sampai puncak, pasti merasakan sensasi yang luaaarrr biasa. Begitu juga dengan saya. Masing-masing naskah memiliki kisah tersendiri bagi saya. Masing-masing karakter adalah teman-teman dalam pikiran saya. Itu sebabnya, saya memiliki sebuah kewajiban untuk menyampaikan apa yang mereka katakan dan menyelesaikan kisah mereka.

    Jadi, naskah PERFUMEMORIES ini saya revisi berkali-kali sampai saya kuliah. Tokohnya pun berganti-ganti usia, mulai dari SMA sampai akhirnya kuliah. Sampai sekarang, revisiannya belum selesai. Saya berencana merevisinya lagi menjadi naskah novel dewasa muda berjudul REDOLENT, sebagai serial "sense" dari BITTERSWEET (diceritakan nanti).

    Pertengahan tahun 2011, setelah saya membaca buku terakhir dari ERAGON series, saya begitu menggebu-gebu ingin membuat sebuah novel fantasi. Bodo amat kalo ceritanya nggak relevan sama keadaan Indonesia. Saya cuma pengen menyelami serunya petualangan dunia fantasi. Jadi, saya mulai merancang sebuah plot cerita: VAZARD. Butuh waktu lama untuk membuat universe yang saya inginkan dan relevan dengan keadaan Indonesia. Di awal pembuatannya, saya mengambil setting Bogor. Hahaha, aneh? Iya, aneh. Dan draf awal VAZARD yang belum sepenuhnya selesai ini mendapat kritikan dari saudari Rizqah Wahidah Pangestu, hahahaha. Akhirnya, pada pertengahan tahun 2012, saya remake cerita ini. Cerita VAZARD: Batu Burdeoux akhirnya selesai di tahun 2013. Yap, saat itu saya pikir cuma mau bikin satu buku aja. Bisa selesai satu aja udah syukur. Tapi, saya sengaja menambahkan bagian EPILOG yang menggantung. Saya ingin melihat reaksi teman saya yang *mau* membaca. Orang pertama yang membaca VAZARD: Batu Burdeoux adalah Nura Adithia Dewi. Hahaha, dari beliau inilah saya mendapat beberapa masukan dan akhirnya merevisi cerita ini. Lalu, pembaca VAZARD bertambah. Cerita ini berhasil mendapat respon positif dari beberapa orang. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat buku keduanya VAZARD: Kaum Avarus. Cerita kedua selesai tahun 2014. Dan yap, seperti cerita-cerita lain, buku kedua seri VAZARD ini juga masih banyak kekurangannya. Tapi, untungnya masih mendapat respon positif juga. Akhirnya, seri VAZARD berakhir di buku ketiga, VAZARD: Sang Master. Cerita ketiga ini selesai tahun 2015. Responnya? Well, positif sih meskipun ada beberapa pihak yang nggak terima sama endingnya, hahahahahaha. Sampai sekarang, seri ini masih dalam masa revisi biar jadi lebih *mendekati* sempurna. Saya memutuskan untuk menerbitkan seri ini secara indi, karena jarang ada penerbit mayor yang mau menerbitkan naskah fantasi. So, please be patient. VAZARD CHRONICLES will be out of the nest really SOON!


    Selama proses pembuatan seri VAZARD ini, saya juga menyelesaikan beberapa naskah genre romance, yang sayangnya kurang "ngena" di hati pembaca, hahaha (bahasanya udah sok banget kayak penulis terkenal). Kecuali BITTERSWEET. Novel genre romance dewasa muda ini mendapat respon positif dan karakternya cukup mengena di hati, hahaha. Alhamdulillah. Mungkin karena BITTERSWEET adalah novel pertama yang saya buat dengan outline jelas dan ada ciumannya. hahahaha. Berikut adalah beberapa novel romance yang berhasil saya selesaikan sampai saat ini.



    Nah, setelah membahas panjang lebar tulisan-tulisan aneh yang berhasil saya buat, mari kita mulai membahas tentang hobi. Jadi!!! Dari tadi belom??? Yaelah bro, udah panjang gitu.

    Sabar, sabar. It won't take too long. Saya cuma pengen cerita tentang hobi yang saya tekuni ini. Nah, kalo namanya hobi mah mau repotnya kayak apa juga pasti dijabanin yah. Iya, ada begitu banyak proses yang terjadi selama saya menekuni hobi saya ini. 

    Kadang, di saat sunyi sepi sendiri, bisa mendadak ada banyak sekali ide yang berdatangan. And it will be good.
    Biasanya kalo lagi kebanjiran ide gini suka nulis kayak kesetanan. Kata apa aja yang muncul di kepala langsung aja ditulis. Nggak tau deh itu nanti jadinya satu kalimat nyambung apa nggak, hahahaha. Pokonya tulis aja dulu.

    But sometimes, when idea is a rare thing to get. I will just having this SUPER ROMANTIC MOMENT with my laptop. Yup! staring each other for, like, forever.


    And still got nothing to write.


    Hahahaha, when this happen, I have three tips for you!

    FIRST
    Yup! Just sleep and forget about your story. Mungkin aja bisa dapet wejangan dari mimpi. Hal ini bukan tidak mungkin loh. Terkadang, saking excitednya sama sebuah plot, bisa sampe kebawa mimpi. Dan anehnya, mimpi itu nerusin cerita kita, hahaha. Dapet deh idenya!

    SECOND
    Trust me, you can't write anything when you're hungry. So, just eat! Make your tummy happy. You remember this tagline, "Happy tummy, happy kid"? Yeah, a writer must eat too, right? So, happy tummy, happy writer. hahahaha

    THIRD
    When there isn't a single word in your mind, may be you're bored. So, leave your story and watch some movies. Kamu bisa dapet begitu banyak inspirasi dari film-film yang ada. Mungkin dari dialog tokohnya, mungkin dari landscape-nya. Cari ide sebanyak-banyaknya dari film-film yang kamu tonton. Jangan cuma bengong, nanti bikin ayam tetangga mati.

    Oke, jadi setelah mendapat pasokan ide, sekarang saatnya menulis! Bahkan setelah ada banyak sekali ide, biasanya writer's block itu tetap ada, gais. Butuh waktu lama untuk menemukan kalimat yang tepat.

    Atau, kalau pun sudah mendapat beberapa halaman baru. Biasanya hasilnya s**k!


    Well, what can you do? Tulis aja apa yang ada di kepalamu saat itu. Semuanya. Masalah hasilnya cuma dapet satu kalimat atau berlembar-lembar tulisan jelek, itu sih urusan belakangan. Kata bang Benzbara, "writing is rewriting". Jadi, intinya adalah, nggak ada draft pertama yang sempurna. Yah, ini semacam nggak ada cinta pertama yang sempurna, hahahaha. Selalu butuh revisi. Makanya, tulis aja seadanya.

    NAH! Setelah draft pertama kamu selesai, kamu berhak merayakannya dengan makan PISANG!
    Hahahaha! Let's celebrate your first draft! Cool your mind! Jalan-jalan lah. Bermainlah dengan teman-teman. Baik-baikin teman-teman yang akan jadi calon pembaca naskahmu *biar dipuji-puji* hahahaha. Setelah puas dan kira-kira udah agak lupa sama plot cerita yang kamu buat, kamu harus memulai perjuangan yang sesungguhnya, REWRITING!


    Membosankan? Iya, kadang-kadang. Tapi fase ini adalah fase paling seru, sebenarnya. Kalau sebelumnya kamu menulis dengan mata tertutup, kali ini kamu membacanya dengan mata terbuka. Akan ada banyak sekali kalimat aneh dalam tulisanmu. Hahaha, coba tahan diri untuk nggak menghujat diri sendiri karena kalimat-kalimat aneh yang nyelip di naskahmu. Itu hasil karyamu! Kalau bukan kamu sendiri yang menghargai, siapa lagi?

    Nah, setelah tahap ini selesai, sekarang saatnya bagi-bagi rejeki. Ehm, maksudnya proofreading. Jadi, minta teman-temanmu *yang tadi udah disogok* untuk membaca naskahmu yang sudah setengah matang ini. 

    Waiting for their responds is the most disturbing moment ever! Kamu nggak akan tahu kualitas naskahmu sampai ada orang lain yang membacanya. So, just leave them alone with your story. Let them read it and judge it as they like.

    Ada beberapa respon yang biasanya saya dapat dari teman-teman saya yang sudah berbaik hati mau membaca.

    PERTAMA
    It's really really bad so they can't even find a word to tell me how bad it is. It's dissapointing, yes. Tapi respon yang seperti ini justru bagus. Itu artinya si pembaca benar-benar menelaah naskah kamu. Mintalah kritik dan saran dari mereka untuk merevisi naskahmu. *emang skripsi doang yang direvisi*

    KEDUA
    It's so disgusting they can't even turn the page. Kalau responnya begini, berarti naskahnya memang sudah sangat fatal. Tapi bukan berarti nggak bisa diperbaiki. Mungkin yang membuat sakit mata cuma susunan kalimatnya yang masih aneh. Atau bahasanya yang kurang pas. Tanyakan apa kurangnya dan revisilah!

    KETIGA

    Nah! Respon seperti inilah yang diharapkan oleh hampir semua penulis. Tapi, jangan terlena dengan respon seperti ini. Pujian hanya bonus. Tanyakan apa masih ada yang mengganjal. Karena, sebagus-bagusnya sebuah cerita, pasti masih ada bagian yang kurang. Meskipun sedikit. Intinya, tanyakan kritik dan saran, lalu revisilah. 

    Nah, setelah semua proses itu selesai, itu artinya naskahmu sudah *cukup* sempurna! Yeay! You deserve a banana!
    Nah, setelah itu, keputusannya ada di kamu. Apa kamu mau lanjut ke cerita lain, atau kamu mau mencoba peruntungan dengan mengirimkannya ke penerbit. Terserah. Hobby is a hobby. You do it for yourself. If your hobby give you other advantages, that's a bonus!

    Nah, sekian cuap-cuap saya soal hobi (saya. Karena ini blog saya! Hahaha) dan beberapa tips untuk orang-orang yang memiliki hobi yang sama dengan saya.

    So, you find your hobby already? Have you done it so well? 

    LET'S DO IT!!!