Rss Feed
  1. Selamat maaaalaaaaaam.
    Di malam yang sudah larut ini, saya ditagih sama mamak (aha) untuk ngereview film yang baru semalam kami tonton. Yup! Film yang sudah dinanti-nantikan di tahun ini yah, Avengers: Age of Ultron. Saya udah kepoin trailernya dari tahun lalu, dan akhirnyaaaaaaaa.....bisa nonton premiere! hahahaha. Setelah menunggu lama, akhirnya penantian saya terbayarkan dengan penampilan om-om ganteng yang bikin saya nggak mau berkedip sedetik pun *lebay!* 

    Itu adalah jajaran superhero yang meramaikan film Avengers ini. Yang jadi fokus utama saya sih tetep yah si om Thor yang rela meninggalkan Asgard buat ngerusak eh, oke, ngebantuin para superhero ini di bumi yang begitu rapuh. 

    Tokoh utama Avengers ini masih tetep sama. Biar saya perkenalkan om-om ganteng yang membuat saya rela menunggu begitu lama beikut ini.

    THOR

    CAPTAIN AMERICA / STEVE ROGERS

    IRONMAN / TONY STARK

    HULK / DR. BANNER

    HAWKEYE / BARTON

    BLACK WIDOW / NATASHA ROMANOV (oke ini bukan om)

    Nah, kita kedatangan superhero baru nih! Meet the Maximoff twins!

    PIETRO MAXIMOFF (QUICKSILVER)

    WANDA MAXIMOFF (SCARLET WITCH)

    Dan ada satu lagi yang saya masih nggak terlalu paham asal usulnya. 

    VISION

    Di setiap film superhero pasti ada yang jahatnya dong ya. Sudah bisa dilihat dari sub judulnya, si Ultron ini jadi penjahatnya gais.

    ULTRON
    Siapa yang meranin Ultron? Nggak tau. Bodo amat. Dia kan jahat. Pun cuma suaranya yang kedengeran, hahahaha.

    Sekarang, saya akan menceritakan garis besar filmnya yah. Ahem, tolong baca baik-baik, karena saya tidak ingin menulis ulang, hahahaha.

    Prolog film ini adalah ketika para Avengers ini sedang menyerang salah satu camp Hydra gitu *lupa di mana tepatnya*. Nah di camp inilah tersimpan sebuah tongkat ajaib. Bukan, bukan tongkatnya kera sakti. Tapi, tongkatnya Loki. Iya, meskipun si Loki nggak muncul di sini, ternyata masih aja menimbulkan masalah yah. Jadi, pasca pertempuran dengan para alien mesin di Avengers 1, bangkai-bangkai alien mesin ini disimpan, termasuk tongkat si Loki ini. *Biar saya simpan dulu protesnya. Mari kita lanjutkan* Nah, para Avengers ini menyerang camp ini untuk mengambil tongkat si Loki. Di camp tersebut, hiduplah dua manusia kembar bernama Pietro dan Wanda Maximoff. Dipenjelasannya sih mereka berdua ini kayak bahan eksperimen gitu. Tapi berdasarkan informasi, si kembar Maximoff ini adalah Quicksilver dan Scarlet Witch yang tergabung dalam X-men. Yup, tapi Avengers ini film yang terpisah ya sama universe X-men. Oke, lanjut. Jadi, di sini para Avengers berpencar untuk mendapatkan tongkat Loki. Nah, ndilalah, yang nemu itu si Ironman. Kemampuan Wanda Maximoff adalah telekinetik (saya kurang tau ini kemampuan spesifiknya gimana, intinya sih ada hubungannya sama kekuatan pikiran), nah si Wanda ini mengacaukan pikirannya si Ironman. Cara kerja kekacauan pikiran ini adalah, si korban akan melihat ketakutan terbesar mereka, terus melemah deh. Si Ironman ini melihat ketakutan terbesarnya, yaitu melihat teman-temannya mati semua (Jadi perisai Captain yang pecah itu hanya halusinasi gais. Padahal saya nungguin adegan itu.) tapi dia sendiri hidup. Jadi, dia akan melakukan apa pun untuk berusaha menyelamatkan dunia. Tau sendiri kan keahliannya si Tony Stark ini apa? Yup! Dia anak mesin, man! Hahaha, jadi pikiran dia adalah menciptakan a machine warior that can protect human ras: Ultron!
    Singkat kata, tongkat Loki berhasil didapatkan dan si kembar lolos. Lebih tepatnya, si Wanda membiarkan Tony Stark mengambil tongkat itu. Karena dia bisa melihat isi pikiran Tony Stark, termasuk rencana si Tony dengan tongkat itu. Wanda berpikir dengan rencana Tony ini, Avengers bakal hancur dengan sendirinya. Nah, intermezo dulu nih. Jadi si kembar Maximoff ini dendam banget sama Tony Stark. (Soalnya nggak tahu kapan kejadiannya) rumah mereka kena bom. Terus, bapak ibu mereka die, gais. Si kembar ini berlindung di bawah puing-puing, sampai ada semacam granat gitu yang meluncur di deket mereka. Terus, mereka panik, menunggu dalam kekhawatiran bom itu akan meledak. Tapi setelah menunggu dua hari, bom itu nggak meledak, man. Dan di bom itu ada tulisan STARK nya.
    Lanjuuut! Akhirnya, setelah menghasut Dr.Banner, akhirnya Tony membuat Ultron. Tapi ada satu hal *mungkin kodingan, nggak ngerti juga* yang belum sempurna. Jadi programnya gagal. Terus, pas mereka lagi party, taunya si Ultron ini berhasil, gais. Terciptalah Ultron. Bla bla bla. Intinya si Ultron ingin "melindungi bumi" dengan cara membumihanguskan seluruh umat manusia yang ada sekarang biar diganti sama yang baru. Nah, mulailah para Avengers ini beraksi. Dalam aksi pertamanya, mereka gagal, gais. Soalnya si Wanda mengacaukan pikiran mereka. Nah, dalam masa kekacauan pikiran inilah si Thor melihat visi gitu. *saya juga mau protes untuk bagian ini*
    Lalu, karena kegagalan dari misi pertama mereka, yang menyebabkan kerusakan luar biasa, akhirnya mereka "sembunyi" dulu di rumah si Hawkeye. Selama masa sembunyi ini, Thor menemui Dr.Erik Selvig untuk mengusut ilusi pikiran yang dia lihat.
    Lalu, fokus beralih pada Ultron yang berusaha mendapatkan body manusia. Dia meminta bantuan Dr.Helen, seorang ahli *bio-kdhhjaggfjhfa* dari Seoul. Terus, si Ultron mengambil sebuah batu abadi dari dalam permata yang ada di tongkat Loki, terus ditempelin di jidat calon body nya itu. Eh, selama masa transfer "alam bawah sadar" si Ultron ke body biologisnya ini, mereka diinterupsi. Saat proses ini, si Wanda bisa melihat rencana Ultron untuk menghancurkan seluruh umat manusia. Akhirnya si kembar berbalik arah, jadi melawan si Ultron. Terus para Avengers pindah lapak, jadi ngerusak eh, membela kebenaran di Seoul. Dalam misi ini, Natasha tertangkap, tapi body biologis Ultron berhasil dicuri dan diserahkan ke Tony Stark.
    Di sini terjadi perdebatan, gais. Mereka berdebat apakah sebaiknya penciptaan body Ultron ini diteruskan (dengan memasukkan Jarvis ke dalamnya) atau dihentikan. Saat ribut-ribut inilah tetiba Thor muncul dan menyelesaikan proses pembentukan body biologis Ultron. Terus, terciptalah ultraman eh, Vision

    Setelah itu....
    Merekabisangalahinultrondenganbantuansikembarmaximoffdanvisionmeskipunpietroakhirnya matitapiakhirnyamerekaselamatsentausadanakhirnnyamerekamencarmencarlagi terusdigantiinsamarhodeyfalconsamascarletwitch. Hhhhh *napas dulu*.

    Gitu deh, ceritanya. Hahahaha. Sudah jelas?

    Sekarang saatnya mengungkapkan kritikan saya terhadap film ini. Protes saya sebenernya cuma 3 sih, nggak banyak-banyak amat. Pertama, kenapa pasca Avengers 1, tongkat Loki nggak langsung diamankan aja? Kan jadi nggak ada masalah. Lalu, saya mikir. Kalo nggak gitu, nggak akan ada film Avengers 2. Nanti saya nggak bisa lihat om-om ganteng ini beraksi kalo Avengers 2 nggak ada. Jadi, saya batalkan protes saya yang pertama ini.

    Kedua, kenapa Thor malah nemuin Dr.Erik Selvig untuk memecahkan ilusi pikirannya. Maksudnya, selama pikirannya dikacaukan oleh Wanda, si Thor ini ngelihat dirinya lagi dikelilingin kaumnya di Asgard sana. Terus tetiba si Heimdal muncul dan bilang kalo Thor yang sudah membawa mereka ke neraka. Thor hanya bisa menimbulkan kekacauan. Terus dia dapet visi tentang batu-batu abadi (termasuk yang ada di tongkat Loki). Nah, itu kan urusannya sama Asgard. Kenapa dia nemuinnya Dr.Erik Selvig? Kenapa dia nggak balik ke Asgard dan nemuin siapa kek gitu orang pinter di Asgard. Dan anehnya, si Dr.Selvig ini bisa tau tempat kolam (lupa istilahnya) untuk membangkitkan kembali ilusi Thor biar dia bisa melihat apa yang dia lewatkan. Kan aneh bin ajaib. Okelah kalo ilmuwan bisa nemu tempat-tempat begitu, tapi masa Thor yang notabene disebut "dewa" percaya sama kolam begituan. Dia nggak ada cara yang lebih kedewaan lagi? Kesannya jadi "maksa" Dr.Selvig biar muncul (lagi) di Avengers. Atau memang di komiknya begitu? Nggak tau deh. Saya mah nggak ngikutin komiknya. Tapi, sebagai penikmat film, saya merasa scene ini sangat ganjil.

    Ketiga, saya merasa terganggu dengan kehadiran Vision. Hahahaha, ya ya ya, dia salah satu superheronya di sini. Tapi saya nggak suka lihatnya. Mungkin karena bentuknya yang kayak ultraman kurang kostum atau gimana. Atau mungkin karena mindset saya tentang Avengers adalah 6 orang yang menjadi peran utama di film sebelumnya, jadi saya merasa aneh waktu muncul seekor, eh, seorang, eh, sesosok makhluk yang wujudnya agak nggak jelas ini. Terus dia itu sebenernya apa sih? Ultron bukan. Jarvis bukan. Katanya "I am not son of Ultron. I am not Jarvis. I am...I am." apa pula ini. Ya, situ siapa? Terus kenapa tetiba baik padahal sudah terisi beberapa persen alam sadar si Ultron. Pantes aja kalo si Captain America mempertanyakan keberpihakan si Vision ini. Tapi, si Thor merasa sangat yakin kalo Vision itu baik karena ada batu abadi di jidatnya. Kalo nggak salah inget sih, jadi batu abadi ini adalah semacam batu berpikir. Jadi batunya ini bisa tahu apa yang baik dan yang buruk. Dan menurut si Vision, "Aku tidak ingin membunuh Ultron. Tapi rencananya untuk menghancurkan umat manusia adalah kejahatan. Jadi Ultron harus dihancurkan." (Kalo nggak salah sih gitu omongannya. Kalo salah maapin yak. Namanya juga manusia, tempatnya lupa, hahahaha). Tapi yah, orang kata sutradaranya harus ada Vision, mau gimana lagi. Yang penting mah dia baek. Udah, itu aja udah cukup (ini ngebelain Vision apa nyari jodoh?)

    Udah sih, itu doang protesnya. Selama 142 menit nonton sih saya menikmati filmnya (mengabaikan beberapa adegan yang dirasa janggal). Full action banget deh pokoknya. Dan nggak nanggung-nanggung, kali ini Avengers ngerusak 3 negara, man! Bayangin coba berapa besar biaya asuransi yang harus dibayar Marvel. Apalagi di bagian yang kota (lupa namanya) sampe dibedol dari tanah, hahahaha. 

    Selain beberapa protes kecil itu sih, tentunya ada kelebihan-kelebihan di film ini yah.
    1) Si Thor makin ganteng (cek)
    2) Captain America juga nggak kalah ganteng (cek)
    3) Diselip-selipin humor yang nggak garing (cek)
    4) Ada unsur kejutan *ternyata Hawkeye sudah berkeluarga* (cek)
    5) Full action (cek)
    6) Adegan para Avengers berdiri saling memunggungi dan melawan musuh dengan efek slow motion (cek)
    7) Tambahan member baruuuuu (cek)

    Nah, cukup sekian dulu deh cuap-cuap saya. Sudah malam. Kalau besok-besok ada lagi yang keinget pengen dibahas, yah, gampang diedit lah, hahahaha. So, this movie was worth the wait. Nggak mengecewakan kok. Buat para penggemar super hero, this movie is a must!

    SELAMAT MENONTON!

    SALAM SUPER! (HERO)




  2. Everyone Needs A Hobby

    Thursday, April 9, 2015

    Sooooo, di pagi hari Jumat yang penuh berkah ini, saya ingin curhat, hahahahaha.

    But, first, I need to be polite, right? So, I wanna ask you, do you have a hobby? Semua orang pasti punya hobi. Masing-masing orang pasti punya hobi yang beda-beda. 
    Some people really like swimming they come to swimming pool constantly. Yup! beberapa manusia air sangat senang berenang, hahaha. 
    Some people choose music as their hobby. What instrument you can play? Is it guitar? I love the sound of guitar instrument. Especially when someone sings me a romantic song, hahahaha. I can just....sleep. hahaha! No, it's sleepy in a good way. I mean, I will have a very very very beautiful dream when I hear someone plays me a romantic song with his/her guitar. *hmm, yeah, especially "his"*
    Or piano? Piano is waaaay better! hahaha, the sound of it makes me smile all the time. Someone who choose "playing piano" as their hobby is a great person, indeed. Hahaha, I personally think so.
    Well, kicking thing is a hobby too, you know. Some boys really like kicking, ehm, oke, soccer. 

    Some people are so good, they choose swimming, playing guitar, playing piano, kicking, ehm, soccer, as their hobby. 

    My point is, what ever your hobby is, do it well. Hobi adalah aset. Menurut saya, semua orang berhak memiliki hobi agar tetap waras. Yup, sebut saja pelarian. Saya rasa, orang-orang yang tidak memiliki hobi bisa jadi gila perlahan *it's like they got a flare in their brain! They will loose ther sanity slowly, muahahahaha* (efek The Maze Runner)
    See? Bahkan Walt Disney menyarankan itu. Apa pun yang kamu lakukan, lakukanlah dengan sangat baik sehingga orang yang melihatnya ingin melihatmu melakukannya lagi. Termasuk hobi. Untuk yang hobinya main gitar, belajar main gitar sampe jarinya putus, ehm, maksudnya sampe permainannya jadi setingkat dewa *bujana*. Atau yang suka main drum? Eh, mungkin lebih mudah kalau kalian nonton Whiplash aja bisar lebih paham.

    Sekarang, giliran saya yang curhat, muahahahaha. Ini kan blog saya. Jadi hak saya untuk curhat di sini. Iya to? hahahahaha

    Oke, ngomong-ngomong tentang hobi. Saya punya satu hobi yang sampai sekarang masih saya tekuni, yaitu menulis. Saya suka menulis sejak, ehm, SMP. Apa yang memotivasi saya? Simpel aja sih jawabannya: majalah remaja! hahaha. Iya, dulu saya paling nggak suka baca. Boro-boro baca, dengerin musik aja males. Saat SMP adalah saat-saat mencari kitab suci jati diri bagi saya. Saya yang saat itu masih labil dan mudah terombang-ambing oleh arus kehidupan yang fana ini, akhirnya kebawa kebiasaan teman baca majalah remaja. Apa yang dibaca? Yaelah, biasalah anak SMP. Apa sih yang dibaca dari majalah remaja? Palingan yah zodiak sama "Bagaimana membuat doi jatuh cinta sama kamu" hahaha, such a silly thing. Sampai akhirnya, mata saya terpaku pada sebuah cerpen yang terpampang pada majalah tersebut.

    Jeng jeng jeng! Saat itulah saya merasa sangat tidak senang dengan cerita-cerita pendek aneh yang ada di majalah-majalah tersebut. Saya mulai tidak bisa menahan kritikan. Dan karena pada dasarnya saya suka tantangan, jadilah saya merasa sangat tertantang oleh diri saya sendiri.
    Berdasarkan petunjuk tersebut. Oke, saya bohong, waktu itu saya belum nemu quote di atas. Intinya adalah seperti itu. Saya ingin membaca cerita yang "ingin saya baca". Jadi, saya mulai memantapkan diri untuk menulis. Cerpen demi cerpen saya buat. Mulai dari yang alaynya minta ampun sampai yang aneh bin ajaib. Tokoh utama mati, tapi masih bisa ngomong, padahal pake PoV orang pertama. Tapi, karena teman-teman saya baik-baik *atau cuma kasihan* akhirnya mereka bilang cerpen-cerpen saya bagus. Bermodalkan dukungan palsu inilah akhirnya saya mulai mengirimkan cerpen-cerpen saya ke majalah-majalah remaja. Berharap suatu saat nanti ada salah satu cerpen aneh saya yang dimuat. Dan ternyata, TIDAK ADA.

    Saya sedih, kecewa, gundul gulana. Saya sempat vakum dan enggan *ceilah, enggan* untuk menulis lagi. Saya ngambek sama majalah remaja itu karena tidak memuat cerpen saya. Tapi, yah apalah daya dan upayaku yang gagal ini. Lalu, saya mulai mendatangi pameran-pameran buku. Buku pertama yang saya baca adalah "Oke, Kita Bersaing" terbitan Mizan.  Lagi, saya merasa tertantang.

    Saya mulai menulis novel pertama saya sejak kelas 3 SMP sampai SMA. Saya masih ingat betul judulnya yang alay tak terkira "Katrol Kena Cinta Virus" Oke, oke, saya tau. Itu memang alay parah, kan saya sudah bilang. 

    Saya membuat novel pertama saya itu dengan mengambil tokoh teman-teman SMP saya sendiri. Namanya Dhanny dan Renanda, hahaha. Saya satu kelas dengan mereka waktu kelas 2 SMP. Saat itu, saya merasa sifat mereka yang sangat bertolak belakang bisa jadi sebuah cerita yang sangat luar binasa! Ya, dan memang benar, ceritanya *literally* binasa, hahahaha. Bermodal nekat dan dukungan teman-teman saya *yang mungkin masih kasihan*, akhirnya saya mengirimkan naskah alay itu ke penerbit. Waktu itu sih saya PD PD saja, hahahaha, karena ceritanya "remaja" banget. Tipikal ababil SMA deh pokoknya. Eh, ternyata naskah itu ditolak gais. BERKALI-KALI. hahahaha.

    Lalu, saya beranjak dewasa. Ketertarikan saya pada buku bertambah. Terutama setelah membaca buku ERAGON tetralogi dan buku, ehm, TWILIGHT. Saya mulai terpikir untuk membuat cerita fiksi fantasi. Tapi, saya berhenti di tengah jalan karena kehabisan ide dan merasa janggal dengan alur ceritanya. Akhirnya, saya kembali ke genre romance. Masih mengangkat tokoh anak SMA *tapi udah rada kurang alaynya*, akhirnya terciptalah dua buah novel PERFUMEMORIES dan AMLOVESIA. Untuk dua novel ini, saya nggak inget pernah kirim ke penerbit atau nggak. Saya cuma inget pernah mengikutsertakan keduanya dalam lomba. DAN GAGAL

    YES, I FAILED. AGAIN. Tapi saya nggak menyerah. Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan dunia menulis. Prioritas saya bukan lagi "tembus majalah" atau "diterbitkan oleh penerbit mayor terkenal". Prioritas saya adalah "cerita saya harus selesai dan dibaca orang." Bisa menyelesaikan satu naskah novel itu rasanya luar biasa sekali, gais. Mungkin kalau boleh dibandingin, rasanya kayak para traveler yang suka naik gunung. Setiap kali sampai puncak, pasti merasakan sensasi yang luaaarrr biasa. Begitu juga dengan saya. Masing-masing naskah memiliki kisah tersendiri bagi saya. Masing-masing karakter adalah teman-teman dalam pikiran saya. Itu sebabnya, saya memiliki sebuah kewajiban untuk menyampaikan apa yang mereka katakan dan menyelesaikan kisah mereka.

    Jadi, naskah PERFUMEMORIES ini saya revisi berkali-kali sampai saya kuliah. Tokohnya pun berganti-ganti usia, mulai dari SMA sampai akhirnya kuliah. Sampai sekarang, revisiannya belum selesai. Saya berencana merevisinya lagi menjadi naskah novel dewasa muda berjudul REDOLENT, sebagai serial "sense" dari BITTERSWEET (diceritakan nanti).

    Pertengahan tahun 2011, setelah saya membaca buku terakhir dari ERAGON series, saya begitu menggebu-gebu ingin membuat sebuah novel fantasi. Bodo amat kalo ceritanya nggak relevan sama keadaan Indonesia. Saya cuma pengen menyelami serunya petualangan dunia fantasi. Jadi, saya mulai merancang sebuah plot cerita: VAZARD. Butuh waktu lama untuk membuat universe yang saya inginkan dan relevan dengan keadaan Indonesia. Di awal pembuatannya, saya mengambil setting Bogor. Hahaha, aneh? Iya, aneh. Dan draf awal VAZARD yang belum sepenuhnya selesai ini mendapat kritikan dari saudari Rizqah Wahidah Pangestu, hahahaha. Akhirnya, pada pertengahan tahun 2012, saya remake cerita ini. Cerita VAZARD: Batu Burdeoux akhirnya selesai di tahun 2013. Yap, saat itu saya pikir cuma mau bikin satu buku aja. Bisa selesai satu aja udah syukur. Tapi, saya sengaja menambahkan bagian EPILOG yang menggantung. Saya ingin melihat reaksi teman saya yang *mau* membaca. Orang pertama yang membaca VAZARD: Batu Burdeoux adalah Nura Adithia Dewi. Hahaha, dari beliau inilah saya mendapat beberapa masukan dan akhirnya merevisi cerita ini. Lalu, pembaca VAZARD bertambah. Cerita ini berhasil mendapat respon positif dari beberapa orang. Akhirnya, saya memutuskan untuk membuat buku keduanya VAZARD: Kaum Avarus. Cerita kedua selesai tahun 2014. Dan yap, seperti cerita-cerita lain, buku kedua seri VAZARD ini juga masih banyak kekurangannya. Tapi, untungnya masih mendapat respon positif juga. Akhirnya, seri VAZARD berakhir di buku ketiga, VAZARD: Sang Master. Cerita ketiga ini selesai tahun 2015. Responnya? Well, positif sih meskipun ada beberapa pihak yang nggak terima sama endingnya, hahahahahaha. Sampai sekarang, seri ini masih dalam masa revisi biar jadi lebih *mendekati* sempurna. Saya memutuskan untuk menerbitkan seri ini secara indi, karena jarang ada penerbit mayor yang mau menerbitkan naskah fantasi. So, please be patient. VAZARD CHRONICLES will be out of the nest really SOON!


    Selama proses pembuatan seri VAZARD ini, saya juga menyelesaikan beberapa naskah genre romance, yang sayangnya kurang "ngena" di hati pembaca, hahaha (bahasanya udah sok banget kayak penulis terkenal). Kecuali BITTERSWEET. Novel genre romance dewasa muda ini mendapat respon positif dan karakternya cukup mengena di hati, hahaha. Alhamdulillah. Mungkin karena BITTERSWEET adalah novel pertama yang saya buat dengan outline jelas dan ada ciumannya. hahahaha. Berikut adalah beberapa novel romance yang berhasil saya selesaikan sampai saat ini.



    Nah, setelah membahas panjang lebar tulisan-tulisan aneh yang berhasil saya buat, mari kita mulai membahas tentang hobi. Jadi!!! Dari tadi belom??? Yaelah bro, udah panjang gitu.

    Sabar, sabar. It won't take too long. Saya cuma pengen cerita tentang hobi yang saya tekuni ini. Nah, kalo namanya hobi mah mau repotnya kayak apa juga pasti dijabanin yah. Iya, ada begitu banyak proses yang terjadi selama saya menekuni hobi saya ini. 

    Kadang, di saat sunyi sepi sendiri, bisa mendadak ada banyak sekali ide yang berdatangan. And it will be good.
    Biasanya kalo lagi kebanjiran ide gini suka nulis kayak kesetanan. Kata apa aja yang muncul di kepala langsung aja ditulis. Nggak tau deh itu nanti jadinya satu kalimat nyambung apa nggak, hahahaha. Pokonya tulis aja dulu.

    But sometimes, when idea is a rare thing to get. I will just having this SUPER ROMANTIC MOMENT with my laptop. Yup! staring each other for, like, forever.


    And still got nothing to write.


    Hahahaha, when this happen, I have three tips for you!

    FIRST
    Yup! Just sleep and forget about your story. Mungkin aja bisa dapet wejangan dari mimpi. Hal ini bukan tidak mungkin loh. Terkadang, saking excitednya sama sebuah plot, bisa sampe kebawa mimpi. Dan anehnya, mimpi itu nerusin cerita kita, hahaha. Dapet deh idenya!

    SECOND
    Trust me, you can't write anything when you're hungry. So, just eat! Make your tummy happy. You remember this tagline, "Happy tummy, happy kid"? Yeah, a writer must eat too, right? So, happy tummy, happy writer. hahahaha

    THIRD
    When there isn't a single word in your mind, may be you're bored. So, leave your story and watch some movies. Kamu bisa dapet begitu banyak inspirasi dari film-film yang ada. Mungkin dari dialog tokohnya, mungkin dari landscape-nya. Cari ide sebanyak-banyaknya dari film-film yang kamu tonton. Jangan cuma bengong, nanti bikin ayam tetangga mati.

    Oke, jadi setelah mendapat pasokan ide, sekarang saatnya menulis! Bahkan setelah ada banyak sekali ide, biasanya writer's block itu tetap ada, gais. Butuh waktu lama untuk menemukan kalimat yang tepat.

    Atau, kalau pun sudah mendapat beberapa halaman baru. Biasanya hasilnya s**k!


    Well, what can you do? Tulis aja apa yang ada di kepalamu saat itu. Semuanya. Masalah hasilnya cuma dapet satu kalimat atau berlembar-lembar tulisan jelek, itu sih urusan belakangan. Kata bang Benzbara, "writing is rewriting". Jadi, intinya adalah, nggak ada draft pertama yang sempurna. Yah, ini semacam nggak ada cinta pertama yang sempurna, hahahaha. Selalu butuh revisi. Makanya, tulis aja seadanya.

    NAH! Setelah draft pertama kamu selesai, kamu berhak merayakannya dengan makan PISANG!
    Hahahaha! Let's celebrate your first draft! Cool your mind! Jalan-jalan lah. Bermainlah dengan teman-teman. Baik-baikin teman-teman yang akan jadi calon pembaca naskahmu *biar dipuji-puji* hahahaha. Setelah puas dan kira-kira udah agak lupa sama plot cerita yang kamu buat, kamu harus memulai perjuangan yang sesungguhnya, REWRITING!


    Membosankan? Iya, kadang-kadang. Tapi fase ini adalah fase paling seru, sebenarnya. Kalau sebelumnya kamu menulis dengan mata tertutup, kali ini kamu membacanya dengan mata terbuka. Akan ada banyak sekali kalimat aneh dalam tulisanmu. Hahaha, coba tahan diri untuk nggak menghujat diri sendiri karena kalimat-kalimat aneh yang nyelip di naskahmu. Itu hasil karyamu! Kalau bukan kamu sendiri yang menghargai, siapa lagi?

    Nah, setelah tahap ini selesai, sekarang saatnya bagi-bagi rejeki. Ehm, maksudnya proofreading. Jadi, minta teman-temanmu *yang tadi udah disogok* untuk membaca naskahmu yang sudah setengah matang ini. 

    Waiting for their responds is the most disturbing moment ever! Kamu nggak akan tahu kualitas naskahmu sampai ada orang lain yang membacanya. So, just leave them alone with your story. Let them read it and judge it as they like.

    Ada beberapa respon yang biasanya saya dapat dari teman-teman saya yang sudah berbaik hati mau membaca.

    PERTAMA
    It's really really bad so they can't even find a word to tell me how bad it is. It's dissapointing, yes. Tapi respon yang seperti ini justru bagus. Itu artinya si pembaca benar-benar menelaah naskah kamu. Mintalah kritik dan saran dari mereka untuk merevisi naskahmu. *emang skripsi doang yang direvisi*

    KEDUA
    It's so disgusting they can't even turn the page. Kalau responnya begini, berarti naskahnya memang sudah sangat fatal. Tapi bukan berarti nggak bisa diperbaiki. Mungkin yang membuat sakit mata cuma susunan kalimatnya yang masih aneh. Atau bahasanya yang kurang pas. Tanyakan apa kurangnya dan revisilah!

    KETIGA

    Nah! Respon seperti inilah yang diharapkan oleh hampir semua penulis. Tapi, jangan terlena dengan respon seperti ini. Pujian hanya bonus. Tanyakan apa masih ada yang mengganjal. Karena, sebagus-bagusnya sebuah cerita, pasti masih ada bagian yang kurang. Meskipun sedikit. Intinya, tanyakan kritik dan saran, lalu revisilah. 

    Nah, setelah semua proses itu selesai, itu artinya naskahmu sudah *cukup* sempurna! Yeay! You deserve a banana!
    Nah, setelah itu, keputusannya ada di kamu. Apa kamu mau lanjut ke cerita lain, atau kamu mau mencoba peruntungan dengan mengirimkannya ke penerbit. Terserah. Hobby is a hobby. You do it for yourself. If your hobby give you other advantages, that's a bonus!

    Nah, sekian cuap-cuap saya soal hobi (saya. Karena ini blog saya! Hahaha) dan beberapa tips untuk orang-orang yang memiliki hobi yang sama dengan saya.

    So, you find your hobby already? Have you done it so well? 

    LET'S DO IT!!!



  3. Dia Yang Tak Bernama

    Wednesday, April 8, 2015


    ----Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari www.nulisbuku.com di Facebook dan Twitter @nulisbuku-----


    Semua menyebutnya sebagai kenangan. Aku, menyebutnya sebagai cerita. Dia bukan kenangan. Tapi dia adalah cerita yang pernah membuat hidupku berwarna. Hanya sebentar, tapi tetap saja dia adalah sebuah cerita. Dia yang tak bernama. Dia yang tak boleh disebutkan namanya. Karena jika aku menyebut namanya sekarang, akan ada orang yang terluka. Orang-orang baru yang kini menjadi ceritanya. Ceritaku. Biarlah kusebut dia sebagai cerita. Seseorang yang selalu membuat otakku berpikir, karena tidak ingin berhenti membuatnya bicara. Dia adalah cerita. Seseorang yang selalu membuatku merasa gagap, karena kesulitan menemukan kata-kata. Dia adalah cerita. Ceritaku di masa lalu yang seharusnya sudah kulupakan. Tapi, bukankah aku sudah memberitahumu? Aku tidak ingin menyebutnya sebagai kenangan. Karena dia yang tak bernama itu, masih tetap menjadi bagian dari cerita hidupku saat ini. Sebuah cerita yang jauh berbeda dengan yang aku harapkan dulu. Ya, dia yang tak benama itu sudah memiliki orang lain untuk menjadi bagian dari cerita hidupnya. Tapi aku, masih memilih dia sebagai ceritaku. 

    Kau kedinginan?

    Selalu saja, satu kalimat itu yang mengisi pikiranku setiap kali mengingatnya. Dia adalah tokoh utama dalam cerita hidupku. Dia yang tak bernama. Dia yang namanya kini mengisi hidup orang lain. Tapi, aku memang begitu egois. Aku masih menyimpan nama itu untuk diriku sendiri. Untuk ceritaku. Karena dia yang tak bernama, adalah tokoh utama dalam cerita hidupku.

  4. Make Listening as Your New Hobby!

    Thursday, April 2, 2015

    Maaaalaaaaaaaaam!! *Alhamdulillah, sekarang nggak usah pura-pura lagi, hahahaha

    Long weekend nih! Enaknya ngapain? Pada saat-saat seperti inilah, quote "Everyone needs a hobby" sangat berarti, hahaha. 

    Menurut saya, setiap orang memang butuh hobi, man! Biar tetep waras. Gitu sih. Tanpa hobi, seseorang bisa jadi gila perlahan. Setiap kali stress, nggak ada pelampiasan. Nah, kalau punya hobi kan enak. Misal hobi main gitar, kalau lagi stress bisa dibanting-banting gitarnya. Iya kan? Hahahaha *menyesatkan*


    Oke, balik lagi ke hobi. Saya yakin di jaman yang sangat modern ini, masih ada orang-orang yang hobi baca buku *saya juga*. Jadi, momen long weekend ini bisa dimanfaatkan untuk membaca buku sepuas-puasnya, benar?


    Yeah, spend your free time surrounded by your favorite books will be great! You can spend all day long here. Pasti seru banget yah kalau ada secret place kayak gini. Bisa "kencan" sama karakter-karakter favorit kamu dari berbagai buku. Yeah, mereka memang khayalan. Tapi untuk beberapa buku yang memang sangat sangat sangat berkesan, karakternya bisa terasa sangat nyata loh.


    Or, may be you wanna spend your free time to finish THAT ONE BOOK you never touch. Hahahaha! Yeah, it's time for you to finish it NOW!

    Atau, bagi anak muda jaman sekarang yang nggak bisa duduk anteng dan baca buku *biasanya alesannya karena males*, saya punya satu saran super keceh buat kalian! Apakah itu? TIDUR! hahahaha, BUKAN! Saya akan menyarankan sebuah teknologi yang kece badai cetar membahana bumi gonjang ganjing, yaitu AUDIOBOOK saudara-saudara! Why bother to sit all day long if you can listen to your favorite books EVERYWHERE!


    Ya ya ya, kalian bisa mendengarkan buku-buku favorit kalian kapan pun dan di mana pun. Kayak mp3 aja, tapi ini buku.


    Asyik kan? Yap! Memang lebih seru. Karena pada dasarnya audiobook ini semacam dongeng. Jadi kita tinggal dengerin aja. Lebih kerennya lagi, buku dalam versi audiobook ini dibacakan oleh narator yang sudah sangat berpengalaman, jadi cara berdialognya akan mengikuti petunjuk di buku. Misal dalam buku itu si tokohnya marah-marah, maka si narator akan mengucapkan dialognya dengan nada tinggi. Jadi, bisa memudahkan si pendengar menjiwai karakter masing-masing tokoh. 

    Saya pertama kali menemukan audiobook ketika berusaha mencari buku gratisan *hehehe, dasar nggak modal* Biasanya, yang bisa didownload secara gratis atau streaming adalah model ebook. Tapi, karena saya termasuk anak yang terlalu malas untuk baca buku tebel-tebel dalam bahasa inggris, saya mencoba alternatif lain. Awalnya cuma iseng, coba-coba cari di youtube. Eh, ternyata dapet deh buku yang lagi saya cari. Dan kebetulan naratornya enak, jadi saya langsung jatuh cinta sama audiobook ini. 

    Versi audiobook memang seringnya dalam bahasa inggris. Itu sebabnya, saya agak pilih-pilih soal audiobook. Biasanya, saya bakal cari dulu buku yang saya mau, setelah dapat, akan saya coba dengarkan selama beberapa menit. Enak atau nggaknya sebuah audiobook memang tergantung dari si narator. Ada beberapa narator yang memang dirasa kurang pas untuk ceritanya. Sejauh ini, narator yang saya rasa kurang adalah untuk audiobook Hunger Games series dan Percy Jackson series. Sebenarnya, untuk Percy Jackson, naratornya udah pas banget loh. Apalagi untuk karakter Luke Castellan *yang bikin saya tergila-gila sama karakter ini*, tapi sayangnya pengucapan kalimatnya agak kurang jelas. Ini juga bisa mengurangi poin audiobook. Karena nggak semua orang paham betul bahasa inggris, jadi saya sarankan, lebih baik memilih audiobook yang pengucapannya jelas. Kecuali kalau yang bahasa inggrisnya udah tingkat dewa bujana ya. Itu sih terserah orangnya aja. Mau yang audiobooknya mumbling aja juga bisa kali, hahahaha.

    Saya sudah mencoba mempromosikan audiobook ini pada beberapa teman saya. Tapi tanggapan mereka rata-rata sama, "NGANTUK!" dan "NGGAK NGERTI BAHASA INGGRIS!"

    Oke, I admit that. Tapi rata-rata mereka yang menjawab seperti itu adalah YANG BELUM MENCOBA SAMA SEKALI. Jadi, jujur aja, saya rada kesel denger alesan semacam itu. Di jaman modern seperti sekarang ini, rasanya berusaha untuk memahami bahasa inggris udah jadi semacam kewajiban bagi kaum muda. Jadi, saya rasa, kalau ada alternatif untuk memahami bahasa inggris dengan cara yang menyenangkan, kenapa tidak? Ini sih menurut saya. Kan lumayan, sambil menyelam minum air. Kita bisa terhibur karena ceritanya, sekalian belajar listening bahasa inggris. 

    Nah, sebagai permulaan, saya sarankan kalian memulai dengan audiobook DIVERGENT series atau THE MAZE RUNNER series. Bukan, bukan karena saya jatuh cinta sama jalan ceritanya. Tapi karena menurut saya, dua cerita itu yang naratornya kece badai. Untuk DIVERGENT series, sang narator mengucapkan kalimatnya dengan sangat jelas dan sangat menjiwai karakter si tokoh utama. Begitu juga dengan THE MAZE RUNNER series.

    Oke, berikut akan saya berikan link youtube untuk audiobook dua series tersebut:

    Nah, gimana? Sudah tertarik untuk mencoba audiobook?

    HAPPY LISTENING!