Rss Feed
  1. THOR : RAGNAROK (Review)

    Thursday, November 2, 2017


    Soooo....mari sempatkan waktu sejenak untuk membahas film terbaru dari om ganteng satu ini...tadaaaa...THOR Regnerokhh

    Jadi, dilihat dari trailernya sih udah kelihatan ya kalo setting film Thor kali ini berbeda dari yang sebelum sebelumnya...nggak ada love interest nya pulak. Dan yang membuat saya sedikit ragu adalah penampilan Thor yang berambut pendek. Well, sebenernya sih nggak ada bedanya, om Chris Hemsworth tetep ganteng mau rambut gondrong atau pendek, tapi yah agak berkurang aja gaharnya ditambah lagi palu supernya itu udah nggak ada.

    Pertama-tama, mari kita bahas karakter

    1. THOR 












    Yaelah ini mah tokoh utamanya kan, nggak usah dibahas lagi juga pasti tau yah. SKIP!

    2. LOKI










    How could you know Thor without knowing Loki...hhh...SKIP!

    3. BRUCE BANNER



















    Yaah pemain lama lah ini mah...but he's new to Thor movie. Kali ini ada "pemain tamu" yang ikut nampil di filmnya om Thor...jeng jeng jeng om HULK.

    4. HELA











    Guys, ini bukan foto gembel guys...jadi ya ini karakter jahat utamanya ya mba Hela ini. Wait, ini bukan film horor kok. Oke, ganti gambar...













    How do you think now? Scarier? Yup, since she calls herself Goddess of Death...doi memang harus terlihat mengerikan seperti itu.

    5.SCRAPPER 142 a.k.a MANTAN ANGGOTA VALKRYIE












    Well, ada mba mba baru lagi nih yang hemm...terus terang saya nggak tahu nama karakternya. Doi cuma dipanggil Scrapper 142 yang kemudian diketahui doi ini mantan anggota Valkyrie. Jadi Valkryie ini bukan sebuah geng anak-anak jaman now yang lagi hits gitu guys. Valkryie adalah sebuah organisasi prajurit perang yang isinya ciwi-ciwi semua. Tapiii....organisasi ini udah bubar karena semua anggotanya gugur (kecuali mba satu ini)

    Sekarang, mari kita bahas plotnya....

    First, saya merasa film Thor kali ini nggak se-epic film sebelumnya "THOR: THE DARK WORLD". Di film ini nggak ada adegan pemakaman Frigga yang epic banget lengkap dengan ratusan lilin yang tiba-tiba melayang dan sangat menyentuh sampai sampai menitikkan air mata (ceilaah mungkin lagi sensitip pas nontonnya) dan nggak ada adegan meninggalnya Loki yang bikin mewek kuadrat (since, I'm a big fan of him). Intinya, menurut saya ceritanya kurang berkesan...terlalu banyak joke. Yes, it's funny...but, guys, it's a superhero movie!!! It's not suppose to be too funny, right? Maksudnya, bahkan momen saat THOR mendapatkan kekuatan petirnya yang wow itu adalah saat doi mau ngelawan Hulk! Dan itu nggak termasuk moment super epic yang bakal saya inget terus detailnya sih. So forgetable
    Lanjut, saya nggak terlalu inget adegan akhir film Avengers 2 yang menunjukkan kalau Bruce Banner terbang pakai Quinjet dan lenyap entah ke mana (tapi adegan munculnya Natasha Romanov di layar Quinjet itu bisa jadi petunjuk). Well, jadi saya masih merasa janggal dengan keberadaan Hulk di Sakar Island. Dan yang paling aneh adalah Hulk tetap Hulk meskipun dia sedang berendam! Oke, maksudnya meskipun dia sedang dalam mode kalem. As I know, Bruce itu berubah jadi Hulk kalau dia marah? Then why the hell is he still Hulk when he's not angry? Dia bahkan bersikap kayak anak kecil, hemmm, funny but doesn't make sense. Satu lagi yang membuat kehadiran Bruce Banner ini mengurangi kejantanan film Thor. Well, when he finally turns to a normal human again, he acts like hemm...siapa nama presenter itu? Nah, gayanya jadi kayak J*r*m* T*t*. Seinget saya Bruce nggak begitu *think hard* or maybe I just don't know him well enough. So, mindset saya tentang film Thor yang woooowww, (I mean, come on! Cowok kekar berambut gondrong bawa palu, Oh mai got he's so hot!) berubah jadi film humor yang ada penjahatnya. That's it.
    Lanjut lagi, jadi ada kalimat "Hela mendapatkan kekuatannya dari Asgard, sama sepertimu" lupa saya ini siapa yang ngomong. Jadi intinya Thor dan Hela sama-sama bisa tambah kuat kalau mereka ada di Asgard, betul? I think, itu yang membuat Hela nggak mati-mati meskipun ditusuk-tusuk saat di Asgard? Jadi, berdasarkan kalimat tersebut di atas (udah kayak ujian aje) si Thor berpikir untuk memunculkan "Ragnarok" dengan cara membangkitkan monster api (siape namanye? Surtur kalo nggak salah). Nah, jadi logikanya adalah Hela kalah karena Asgard hancur, bukan begitu? Terus, kalau kekuatan Thor & Hela sama-sama berasal dari Asgard, kenapa saat Asgard hancur dan Hela metong, Thor nggak metong juga? Well, jawabannya sih gampang, "yaelah doi kan jagoannya, kalo mati nanti beres dong ceritanya." But wait, mungkin Hela juga nggak metong? Well, I think that will be an unanswered question.
    Oke, jadi sepertinya hanya itu dua kritikan terbesar saya, haha. Selain itu, yah I like funny movies, so I enjoyed watching it. But, again, I expected more from Thor :( Semoga Avengers 3 nggak mengecewakan.

    Bye om om ganteng :D




  2. Deng de deeeeng-deng de de deeeeng-deng de deeeeng (plis anggap saja ini musiknya sama persis kayak opening Marvel yang emejing itu:

    Haiiii gaiiis...long time no see, huh? Akhirnya nemug somethin good to talk about. So...wasowekete is a waluwa (kidding :D, ini lagi ngetrend banget kayaknya di instagramnya bang Baim) So, hari ini saya akan berusaha mereview sebuah film yang baru saja saya tonton bersama teman (cewek) tadi pagi, jam 09.45 WIB udah nongkrong di depan mall nunggu buka dan akhirnya jam 10.00 WIB security mulai buka pintu dan akhirnya....ah sudahlah, intinya tadi pagi saya nonton film yang lagi hits karena baru release tanggal 5 Juli 2017 kemarin. Eng ing eeeeng....Spider Man: Homecoming. Just information, ini pertama kalinya saya nonton film Spider-Man di bioskop, hahaha. Karena...yaaah, you know lah, menurut saya spider man versi lama itu so lame banget nggak sih? Plot ceritanya hampir selalu sama, yang Peter Parker digigit laba-laba terus jadi punya kekuatan bisa jalan-jalan di tembok terus ada adegan Paman Ben ditembak dst dst dst...dan kisah itu terulang di The Amazing Spider-man. Jadii, bermodal "yah, yang penting hiburan lah" akhirnya saya nonton film ini, dan ternyataaaa...ceritanya beda dan lebih seru!

    Ini adalah poster yang beredar di pasaran. Well, awalnya saya pikir yang bersayap itu Falcon. Okay, my bad, saya mohon maaf karena kurang memperhatikan. Ternyata sosok bersayap itu adalah sang musuh utama di film ini, which is pretty good I think.
    Taaadaaaa....Peter Parker kali ini diperankan oleh Tom Holland yang kabarnya adalah aktor termuda yang pernah memerankan karakter tersebut di atas (buset udah kayak kuis aje). Jadi, sebenarnya saya agak bingung dengan karakter asli si Peter Parker ini (maklum saya nggak baca komiknya, saya hanya penikmat film). Jika ditelusuri dari jaman Tobey Maguire yang memerankan Peter Parker dengan bawaan culun dan lil bit introvert, dan diceritakan si Peter sudah bekerja sebagai seorang fotografer media cetak. Lalu berubah ke Andrew Garfield yang memerankan Peter Parker saat masih belia, yang sangat terlihat memiliki perbedaan karakter dengan Peter sebelumnya. Peter yang diperankan Andrew sedikit lebih aktif dan nggak culun-culun amat yah mungkin karena pada dasarnya..ahem...Andrew itu...ahem...memang...agak...ahem...ganteng. Lalu sekarang karakternya diperankan oleh Tom Holland yang berhasil membuat saya berpikir "bocah banget sih ini". Mungkin karena di cerita yang ini memang Peter masih sekolah. Tapi berarti Peter digigit laba-labanya dari jaman dia remaja dong? Naaah, mending kita abaikan saja pertanyaan njelimet di kepala saya ini dan mulai review plot ceritanya.

    Liz Toomes a.k.a the love interest
    Pertama-tama, mari kita temui sang pujaan hati yang bukan Marry Jane maupun Gwen Stacy. Namanya Liz Toomes, tolong perhatikan namanya baik-baik, I'm giving you a key to the end of the story. Ceritanya si Liz ini temen sekolahnya, kalo nggak salah sih seniornya gitu deh. Peter ngefans sama doi. Mungkin sih Liz ini first crush nya Peter sebelum Gwen Stacy kali yaah. Tapi di cerita ini Liz nggak terlalu banyak interaksi sih, cuma semacam bumbu aja biar nggak hambar-hambar banget. Masa film remaja nggak ada cinta-cintaannya?

    Ned Leeds a.k.a The Sidekick
    Let's meet Ned. Jadi baru kali ini Peter punya sohib yang bukan Hary Osborn :D Jadi si Ned ini ceritanya sama-sama nerd gitu, terus nanti dia yang bantuin Spider Man membasmi kejahatan di muka bumi (Amerika) hahahahaha

    May a.k.a The-old-aunt-May-who-turn-to-a-pretty-young-lady
    You should already know who she is, right? Buat yang udah nonton Captain America: Civil War harusnya tau siapakah wanita cantik aduhai ini. Yup, Bibi May yang selama ini diperankan oleh perempuan berumur sekarang terlihat teramat sangat muda, ngomong-ngomong apa nih resepnya? Awalnya saya ngerasa kurang pas sih, karena Bibi May nya muda banget. Tapi kalo dipikir (tapi kalo lagi males mikir yaudah terima aja) bisa juga karakter Bibi May ini dipilih yang muda karena settingnya adalah jaman-jaman Peter Parker masih 15 tahun. Lah, Paman Ben ke menong dong? Ah, entahlah, let's forget about that lame plot, shall we?













    Jadi, karakter utama yang Spider-man banget hanya tinggal Peter Parker (ya iyalaah, ngana pikir?) dan Bibi May. Selain karakter-karakter baru di atas, ada juga om Tony Stark yang mampir sebagai, hmm, sebut saja pembimbing Peter Parker yang bisa dibilang masih bocah banget.

    Jadi berawal dari akhir (lah, jadi awal apa akhir nih?) intinya, setelah peperangan melawan Kapten di Captain America :Civil War, Peter Parker dibalikin lagi ke rumah sama Tony Stark. Karena merasa hebat, jadi Peter nunggu-nunggu banget nih panggilan untuk bertempur lagi. Ternyata, udah ditunggu sampai berbula-bulan, Tony Stark tak jua menghubungi. Sehingga Peter mulai bosan dengan kehidupannya yang biasa-biasa aja.

    Masalah dimulai saat pada suatu malam Peter mendapati ada sekelompok gangster yang mencoba merampok ATM.

    Nggak ngerti kenapa adegan ini berasa lucu banget tadi pagi. Mungkin karena pas masuk ke ruang ATM si Spider-man dengan sopannya nutup pintu lagi, tiba-tiba muncul aja bayangan doi bilang "Assalamualaikum, ane masuk nih ye." Oke, lupakan imajinasi nggak penting ini. Singkat cerita Spider-man melawan para penjahat itu, tapi ternyata para penjahat menggunakan senjata yang tidak umum dan sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kerusakan parah. Akhirnya para penjahat berhasil kabur saat Spider-man berusaha menolong seorang yang tidak berdosa (dan seekor kucing).
    Dari sini udah mulai berasa sih kalau ceritanya bakal wah. Soalnya kalo dilihat dari pendahulu-pendahulunya, si Spider-man kayaknya hampir selalu melawan penjahat korban laboratorium. See? Something like Bapaknya Hary Osborn, Sand man, Lizard man, Electric man, dan man man lainnya. Kali ini musuhnya bukan hasil percobaan laboratorium yang gagal. Kali ini musuhnya adalah manusia yang merasa dikecewakan oleh manusia lainnya, sehingga menciptakan sesuatu yang dahsyat. Saya rasa salasan itu jauh lebih kuat dibanding alasan selfish sebangsa, "gue mau seluruh manusia di bumi jadi kadal" (ini kayaknya saya yang ngarang motif, hahaha)

    So, dibalik penjahat-penjahat kecil ini tersembunyilah sesosok penjahat besar yang berbahaya. Sebenarnya sih tujuan doi nggak mencelakai umat manusia. Not that big. Tujuan dia hanya menafkahi keluarganya karena mata pencaharian doi baru saja diambil alih pemerintahan, sehingga doi merasa kecewa dan gundul gulana. Tapi, yaa kalo alternatif mata pencahariannya itu bikin senjata mutakhir yang bisa membinasakan umat manusia ya brarti doi bisa digolongkan penjahat dong.
    Let's meet the villain "Vulture". Vulture ini bukan robot ataupun alien, like I said, dia hanya manusia biasa bernama Adrian Toomes yang berhasil mengelola rongsokan alien sisa pertempuran menjadi alat-alat canggih. Salah satunya ya sayap yang doi pakai itu. Jadi karena semua rongsokan alien sisa perang Avengers itu dikumpulkan oleh tim apa namanya saya lupa, pokoknya dari pemerintahan gitu deh, akhirnya kan Toomes jadi kekurangan bahan baku. Nah, oleh karena itu dibuatlah sayap-sayapan itu, kurang lebih sih gitu mungkin alasan awalnya, jadi memudahkan doi dan gengnya saat melakukan penjarahan barang rongsokan alien.

    Perbuatan Toomes ini mulai ketahuan sama Spider-man, dan like you already know, Spider-man berusaha menghentikannya. Peter pengen banget menunjukkan kebolehannya di depan Tony Stark, doi pengen Tony tahu kalau doi udah mampu untuk dilibatkan dalam sebuah misi. But, he fails. Bener sih proses jual beli senjata berbahayanya jadi terhenti, tapi kekacauan yang diakibatkan Spider-man dirasa nggak sebanding.
    Ini adegan paling epic (menurut saya) sepanjang film ini. Bikin gregetan antara pengen ngomel "duh lo kok ogeb banget sih" sama kasihan juga "aduh itu nanti kebelah jadi dua gimana?" Jadi ceritanya saat berusaha menghentikan proses transaksi senjata di sebuah kapal fery, Spider-man berusaha menangkap Vulture which is malah menyebabkan senjata berbahayanya terlempar ke kapal dan memancarkan cahaya ke segala arah dan mengakibatkan kapalnya kebelah jadi dua. Duh udah nggak kebayang deh pas si Spider-man berusaha banget memanfaatkan semua jenis jaring yang bisa dia pakai dari kostum canggihnya untuk menyatukan kembali kapal itu. Pas dikira udah berhasil eh ternyata pecah lagi. Spider-man langsung berusaha nahan kapal itu sendiri, nggak kebayang kalau gagal pasti perasaan bersalahnya nggak ilang-ilang deh, karena ada ratusan orang nggak bersalah di dalamnya T.T
    Untungnya bantuan segera datang. tiba-tiba aja kapalnya nyatu lagi, ternyata Tony Stark dan teknologi canggihnya yang datang membantu. Yah, semua orang selamat, meskipun setelah itu Peter dimarahin habis-habisan dan kostum canggihnya disita.

    Peter Parker libur menjadi Spider man dan berusaha kembali menikmati kehidupan sekolahnya. Belajar, ujian, main lego, kencan di acara prom. Nah, you remember the-first-crush I talked about, right? Peter meminta Liz untuk datang bersama ke acara prom. As you know, acara prom di luar negri yang harus dandan super wah dan jemput pasangannya buat kasih bunga di tangan (apa itu teh namanya?) Waktu Peter jemput Liz, dia sangat terkejut saat tahu bahwa Adrian Toomes adalah bapaknya Liz Toomes (padahal dari namanya aja udah tahu, tapi ceritanya belum tahu. Padahal sih saya juga kaget pas tahu. Ya gitu deh pokoknya.) Intinya si Vulture ini memberi kesempatan ke Peter untuk mundur. Tapi yah, dasarnya anak badung, disuruh mundur ya nggak mau.
    Sehingga, bermodalkan kostum yang sangat nggak canggih itu, Spider-man berusaha menghentikan Vulture dari melakukan aksinya yang terakhir (merampok barang-barang Tony Stark). Setelah bergulat set set set set, akhirnya Spider man menang dan Vulture kalah.

    Sekian sedikit review nggak penting dari saya, hahaha, itung-itung pemanasan setelah sekian lama vakum. Semoga bisa sering-sering posting lagi :D See you !



    Adek lelah, mau bobo siang dulu ZzZzzz